LANGIT7.ID, Jakarta -
Ibadah kurban diharap bisa mengubah perilaku seorang muslim menjadi lebih baik. Banyak sifat buruk yang bisa diredam, termasuk di kehidupan bermasyarakat.
Hal ini disampaikan Pakar
Ekonomi Syariah IPB, Irfan Syauqi Beik dalam khutbah Idul Adha di Masjid Al-Huda Taman Kota Bekasi, Ahad (10/7/2022).
"Melalui kurban, seseorang diharapkan dapat mereduksi perilaku yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, seperti sifat egois dan angkuh," ungkapnya.
Di sisi lain, tambah dia, juga menggantikan sifat merusak tadi dengan sifat mengokohkan tali persaudaraan, seperti kemurahan dan kepedulian.
Baca Juga: Cara Menikmati Daging Kurban Tanpa Khawatir Ganggu KesehatanMenurutnya, ibadah kurban mengajarkan semangat untuk mengendalikan diri. Khususnya mengendalikan perilaku konsumtif, seperti berlebihan dalam mengonsumsi barang dan jasa.
"Dalam konteks konsumsi makanan, data menunjukkan sampah makanan masyarakat Indonesia mencapai 300 kilogram per orang per tahun. Artinya setiap orang menyisakan makanan yang terbuang hampir 1 kilogram setiap harinya," ungakpnya.
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat, jumlah makanan terbuang di Indonesia mencapai angka 13 juta metriks ton. Angka ini bisa digunakan untuk memberi makan 28 juta orang.
"Ini adalah contoh menyedihkan. Di satu sisi banyak orang kelaparan, kurang gizi, bahkan stunting. Di sisi lain ada kelompok masyarakat yang berlebihan dalam mengonsumsi makanan," ujarnya.
Padahal Allah dalam Al-Quran secara tegas mengasosiasikan orang berlebihan ini sebagai saudara setan. "Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudaranya setan. Dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS Al-Isra ayat 27).
(bal)