LANGIT7.ID, Jakarta -
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) menargetkan pembangunan Indoor Multifunction Stadium (IMS) Stadion Gelora Bung Karno (GBK) rampung sebelum perhelatan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023. Stadion multifungsi ini dirancang untuk mendukung
FIBA 2023 mendatang.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan progres konstruksi stadion sudah mencapai 32 persen hingga awal Juli 2022. Capaian ini lebih cepat dari rencana sebesar 3,3 persen dengan target rampung sesuai kontrak bulan Maret 2023.
Baca Juga: Dukung Sektor Pariwisata, PUPR Perkuat Infrastruktur di Pulau Nias"Secara kontraktual selesai Maret 2023 tetapi akan diselesaikan lebih cepat mudah-mudahan Desember 2022 selesai. Diharapkan dengan pembangunan stadion ini kualitasnya
GBK akan lebih baik dan lebih hijau," kata Menteri Basuki dalam keterangannya, dikutip Senin (11/7/2022).
Menteri Basuki menjelaskan pembangunan stadion multifungsi GBK yang memakai biaya
APBN ini memiliki teknologi teleskopik tribun. Selain digunakan untuk olahraga, stadion tersebut bisa digunakan untuk perhelatan konser.
"Kenapa konsepnya multifungsi, jadi bisa untuk konser atau olahraga. Tadi disampaikan teknologinya teleskopik tribun. Ini di tengah kota dengan penghijauan yang lebat dan parkir luas, sehingga sudah tepat konsepnya multifungsi untuk bisa membiayai sendiri dalam rangka pemeliharaan," ujar Basuki.
Lebih lanjut, Basuki meminta kepada seluruh pihak untuk merawat dan memanfaatkan stadion multifungsi ini sebagai wadah pembinaan prestasi atlet Indonesia. Kehadiran stadion multifungsi GBK ini juga diharapkan dapat membantu para atlet meraih prestasi.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Hunian Layak, PUPR Salurkan 60.706 Rumah Swadaya"Kalau basket pada SEA Games sudah juara, setelah memiliki stadion ini harus lebih ditingkatkan prestasinya. Jadi KPI-nya (indikator kinerja) harus prestasi," tuturnya.
Sebagai informasi, stadion indoor mutifungsi dibangun di atas lahan seluas 31.826 m2 dan luas tapak bangunan 21.304 m2 dengan kapasitas daya tampung 16.088 penonton. Secara desain, stadion memiliki 5 lantai dengan fungsi utama sebagai 1 Lapangan Basket Utama dan 2 lapangan latihan.
Pembangunan stadion ini dilaksanakan dengan teknologi konstruksi Building Information Modeling (BIM) atau teknologi konstruksi yang berbasis industri 4.0. Anggaran pembangunannya bersumber dari APBN melalui skema Kontrak Tahun Jamak atau Multi Years Contract (MYC) 2021-2023 senilai Rp639,1 miliar dengan kontraktor PT Adhi Karya-PT Nindya Karya-PT Penta (KSO).
Baca Juga:
PUPR Tata Ulang Kawasan Kumuh di Maluku Jadi Wisata Waterfront
Kementerian PUPR Libatkan Peran Wanita dalam Pembangunan Infrastruktur(asf)