LANGIT7.ID - , Jakarta - Usai wukuf di Arafah,
jemaah haji kemudian melanjutkan ritual
lempar jumrah di kompleks Jamarat besar di Mina, Ahad (10/7/2022). Tiap jemaah melemparkan 21 kerikil ke tiga pilar yang menjadi simbol tempat setan diikat.
Lempar jumrah merupakan ritual wajib dalam ibadah haji. Tahun ini, sekitar satu juta jemaah haji yang melakukan ritual lempar jumrah. Artinya lebih dari 21 juta kerikil yang dilempar ke tiga pilar
Jamarat.
Baca juga: Arab Saudi Dilanda Panas Ekstrem, Jadwal Lempar Jumrah DiubahTapi, sejauh ini komplek Jamarat di
Mina tidak terbenam dengan timbunan kerikil dari ritual lempar jumrah. Lalu, kemana perginya kerikil-kerikil tersebut?
Salah satu pekerja Kadana Company, Ahmed Al-Subhi mengungkapkan pada Saudi Press Agency, setelah jemaah melakukan ritual lempar jumrah, pekerja langsung menangani kerikil-kerikil yang dilempar tersebut sejak hari pertama.
Subhi menjelaskan kerikil yang jatuh ke bawah akan masuk di ruang bawah tanah. Di sini semua
kerikil terkumpul di kedalaman 15 meter di tiga pilar.
Baca juga: Ibadah Haji di Musim Panas, Jemaah Diminta Perhatikan IniKemudian sejumlah berjalan otomatis mengumpulkan kerikil yang dilempar para jemaah. Kemudian, kerikil diayak dan disemprot dengan air untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel. Proses ini dilakukan sebelum kerikil dipindahkan ke kendaraan.
Usai musim haji, berton-ton kerikil tersebut disebarkan kembali ke Muzadlifah agar bisa dipungut jemaah calon haji musim berikutnya.
(est)