LANGIT7.ID - , Jakarta - Direktur klinis untuk pengobatan darurat di Barts Health NHS Trust, dr Imran Zia membagikan sejumlah tips untuk jemaah yang menunaikan
ibadah haji tahun ini bertepatan dengan musim panas.
Dokter Muslim Inggris yang berpengalaman selama 15 kali memandu dan menjadi ahli medis kelompok haji ini mengingatkan jemaah untuk membawa obat-obatan penting selama melakukan ibadah haji.
Dalam webinar yang diselenggarakan Council of British Hajji, dr Imran Zia meminta jemaah untuk mempersiapkan diri untuk suhu musim panas di
Arab Saudi yang mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Program Badal Haji, PPIH: Tidak Dipungut Biaya“Payung sangat berguna, terutama di panas dan suhu saat ini kemungkinan antara 40 dan 45 derajat. Kami tidak terbiasa dengan suhu tinggi di Inggris dan saya akan mendorong Anda untuk memakai warna terang dan menggunakan
tabir surya. Hindari keluar pada sore hari jika bisa,” kata Zia.
Karena ibadah haji banyak dilakukan dengan berjalan ke tempat-tempat suci di bawah terik matahari, Zia menyarankan jemaah untuk memakai alas kaki.
“Silakan berjalan dengan sandal yang dibawa. Setiap tahun kami melihat orang membeli sandal baru, membawanya ke Arab Saudi, dan kemudian lecet. Anda harus memakai sandal itu segera," tambah Zia dikutip dari Arab News, Sabtu (25/6/2022).
Bagi penderita diabetes, Zia menganjurkan untuk tidak mengenakan sandal jepit, sebab dapat menyebabkan
infeksi, kerusakan kulit, berkeringat, dan memungkinkan penderita mendapat masalah.
"Jadi lebih baik dan aman memakai sandal dengan tali,” kata profesional medis ini.
Lingkungan dan kondisi Arab Saudi yang kering berdebu dan banyaknya orang dari seluruh dunia berkumpul di satu tempat, dapat mempercepat penularan batuk.
Penyakit yang disebut Zia dengan batuk haji ini kerap dialami jemaah karena penyebarannya cukup cepat.
“Batuk haji datang sangat tiba-tiba dengan suhu Anda akan naik dan turun. Anda akan mengalami sakit kepala yang parah dan itu benar-benar sangat parah. Sakit
tenggorokan sangat umum terjadi. Itu batuk kering dan Anda akan merasa sangat lelah,” kata Zia.
Baca juga: Adab Haji Sederhana, Hindari Hal-Hal yang Merusaknya“Sayangnya, tidak ada tablet obat yang dapat saya rekomendasikan untuk Anda konsumsi selain menggunakan tindakan sederhana seperti parasetamol untuk menurunkan suhu, tablet hisap untuk meredakan sakit tenggorokan, berkumur dengan air asin, dan beristirahat.” terangnya.
Dia mengatakan cara terbaik untuk mencegah batuk haji adalah dengan memakai masker wajah, menutup mulut, dan memperhatikan kebersihan.
“Jika Anda melihat seseorang batuk, jaga jarak,” kata Zia.
Ia juga menyoroti pentingnya jemaah haji membawa obat dalam jumlah yang cukup bagi mereka yang memiliki riwayat kesehatan.
“Minum obat yang banyak. Satu hal yang akan saya katakan tentang obat adalah Anda harus membawanya di tas tangan Anda. Juga kemas beberapa di bagasi Anda. Dan kalau memang obatnya sangat penting dan tak ingin ketinggalan, titipkan dengan orang yang menemani dan surat pengantar,” kata Zia.
Namun, Zia menambahkan, untuk beberapa obat seperti untuk kanker dan
diabetes tidak tersedia. Karena itu, Zia menyarankan untuk membawa salinan resep sehingga saat jatuh sakit, orang-orang tahu obat apa yang sedang dikonsumsi.
"Jika Anda memiliki kondisi yang serius, saya meminta Anda untuk membawa nama konsultan rumah sakit, nomor kontak konsultan rumah sakit atau sekretaris departemen mereka, dan nomor rumah sakit Anda.”
Baca juga: Cara Pembayaran Dam dan Kurban untuk Jemaah Haji, Yuk DisimakDalam webinar tersebut, Zia meminta jemaah untuk tidak memakai lensa kontak selama ibadah haji untuk menghindari infeksi mata karena kondisi lingkungan yang kering dan berdebu. Sebagai gantinya, Zia menyarankan untuk membawa
kacamata cadangan.
Terakhir, Zia mengingatkan jemaah untuk menulis daftar yang harus dibawah saat beribadah haji, yaitu daftar obat yang diresepkan dokter, data diri dengan nomor kontak khusus bagi jemaah dengan kondisi kesehatan serius.
Selain itu, Zia memberi tips untuk membawa parasetamol sebagai penurun panas, plester untuk lecet, pelembab tanpa pewangi yang dapat mengurangi gesekan di kaki, dan penisilin atau antibiotik.
(est)