LANGIT7.ID - , Jakarta - Memasuki tahun ajaran baru anak-anak akan kembali disibukkan dengan kegiatan sekolah, seperti pekerjaan rumah atau PR. Namun, yang menjadi persoalan kemudian adalah tidak semua anak langsung mengerjakan PR yang diberikan sekolah. Khususnya mereka yang baru duduk di bangku sekolah dasar.
Bahkan, tak jarang anak-anak menunda waktu mengerjakan
PR sekolah sampai larut malam atau di pagi hari. Alhasil, situasi tersebut membuat orang tua kewalahan.
Baca juga: 4 Aktivitas Asyik Bareng Anak saat Berkemah Libur SekolahPsikolog dan CEO Rumah Konseling, Muhammad Iqbal mengatakan perilaku anak menunda untuk mengerjakan tugas sekolah atau pekerjaan rumah disebut dengan prokrastinasi.
Prokrastinasi bisa berubah seiring berjalannya waktu. Untuk anak-anak, kata dosen
Universitas Paramadina ini, hal tersebut termasuk wajar.
"Saat ini terjadi karena memang mereka di usia yang belum matang, orang tua saja banyak yang seperti itu apalagi anak-anak. Jadi di sini masalahnya di kematangan anak-anak artinya proses perkembangan mereka," kata Iqbal pada Langit7, Rabu (13/7/2022).
Terkait reaksi orang tua yang terkadang berlebihan, Iqbal mengingatkan
orang tua bahwa saat kecil dulu mereka juga pernah berlaku demikian.
"Jadi sama seperti istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Makanya tidak perlu merespon secara berlebihan," katanya.
Baca juga: 20 Bintara Sekolah Polisi Negara Ditempatkan di IKN, Ini Pesan Kapolda JatengOrang tua harus memahami, lanjut Iqbal, bahwa anak sedang masa proses perkembangan dan masih tahap belajar. Menurut Iqbal tidak mungkin anak-anak bisa langsung sempurna layaknya orang dewasa.
"Tentu saja dia mengalami proses. Jadi intinya sih semuanya butuh proses," tegas Iqbal.
Dia menekankan, anak menunda PR dan memberitahukan kepada orang tua di waktu mepet merupakan hal yang wajar.
"Memang itu bagian dari latihan bahwa ke depan para orang tua juga harus siap dalam situasi apapun dalam menghadapi masalah. Tidak selamanya anak-anak dididik dengan sesuatu yang terencana, karena ujian-ujian kehidupan itu terjadi dengan tiba-tiba," pungkasnya.
Baca juga: Pilih Pesantren atau Sekolah? Coba Pertimbangkan Lagi Hal Ini(est)