LANGIT7.ID, Jakarta - Orangtua kerap bingung menentukan pilihan bagi anak apakah masuk
pesantren atau sekolah umum. Berikut pertimbangan sebelum memutuskan pendidikan anak.
Sama seperti sekolah, sebetulnya pesantren juga merupakan jenjang pendidikan. Namun, biasanya pesantren lebih dikenal masyarakat memberikan metode dan fasilitas pembelajaran lebih tradisional.
Padahal, saat ini telah berkembang dan terdapat beberapa
pesantren mewah yang modern. Fasilitas dan metode pembelajarannya pun tidak kalah dengan sekolah bertaraf internasional.
Lalu apa sih yang harus dipertimbangkan ketika ingin memasukkan anak ke pondok pesantren. Berikut ulasannya:
Baca Juga: Estimasi Bayaran Masuk Pesantren Mewah, Bisa Tembus Rp25 JutaPondok pesantren 1. Pondok pesantren modern memiliki fasilitas dan metode pembelajaran yang mumpuni. Inilah menjadi salah satu keunggulan dari pesantren modern.
Artinya, santri dan pondok pesantren di sini jauh dari kata "hidup prihatin" seperti anggapan banyak orang. Bahkan, ada pondok pesantren yang memiliki fasilitas ruang belajar khusus di gedung berlantai tingkat hingga kolam renang.
2. Jenjang pendidikan di pondok pesantren modern juga bisa dikatakan sangat baik. Setiap santrinya memiliki peluang untuk melanjutkan studi ke luar negeri, seperti mengkaji Al-Quran, hadits, fikih, dan lainnya.
3. Penerapan bahasa asing di pondok pesantren juga tidak kalah dengan sekolah bertaraf internasional. Bahkan mungkin bisa dikatakan lebih unggul.
Jika di sekolah bertaraf internasional para siswanya diajak untuk membiasakan berbahasa Inggris, di pondok pesantren modern justru lebih baik. Ada pondok pesantren modern yang mengajak para santrinya untuk terbiasa berbahasa Inggris juga bahasa Arab, seperti Pondok Pesantren Gontor Darussalam.
4. Ilmu agama juga menjadi salah satu yang dikedepankan jika memasukkan anak ke pondok pesantren. Bukan berarti sekolah pada umumnya tidak menekankan pentingnya ilmu agama.
Namun di pondok pesantren, baik modern maupun tradisional lebih menekankan para santrinya untuk mendalami ilmu agama. Sehingga mereka diharapkan memiliki karakter dan akhlak yang sesuai dengan ajaran agama Islam.
5. Kedisiplinan di pesantren juga menjadi hal yang bisa diunggulkan. Biasanya, para santri akan tinggal di sebuah asrama dan jauh dari orang tua.
Di sini mereka akan terlatih hidup lebih mandiri dan bertanggung jawab. Hal itu berguna dalam menyiapkan mental mereka ketika terjun ke dunia kerja yang luas.
Sekolah 1. Di sekolah pada umumnya, siswa akan mendapati kurikulum pendidikan yang sesuai dengan aturan dan standar pemerintah. Artinya di sekolah umum, para siswanya akan mendapatkan pendidikan dan pelajaran sesuai dengan level nasional atau internasional.
2. Pergaulan di sekolah juga lebih luas ketimbang di pesantren. Itu karena siswanya bebas memilih teman untuk pergaulan mereka.
Apalagi kaula muda senang sekali mencari banyak teman. Tidak ada batasan bagi mereka untuk bergaul dengan siapa pun.
3. Di sekolah umum, para siswa juga akan mendapati jurusan sesuai minat mereka. Di sinilah pengembangan diri akan mulai diasah demi persiapan dunia kerja.
4. Kebanyakan sekolah umum tidak menerapkan siswanya untuk tinggal di asrama. Artinya siswa hanya datang ke sekolah ketika mulai jam belajar dan bisa pulang ketika selesai.
Mereka akan lebih dekat dengan para orang tua. Bahkan, mereka juga lebih leluasa untuk bermain di usia remaja mereka.
Itulah beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan bagi orang tua. Jangan bingung memasukkan anak ke pesantren atau sekolah, karena semua memiliki aturan dan standar, bahkan kelebihannya masing-masing.
(bal)