LANGIT7.ID - , Jakarta - Memiliki keterbatasan fisik tak menjadi halangan untuk berkarya. Bahkan, sebagian dari
penyandang disabitalitas sukses membangun bisnis. Seperti
Kedai Kopi Difabis Coffee & Tea di Terowongan Kendal, Jakarta.
Koordinator Difabis Coffee & Tea, Atin mengatakan kedai ini merupakan salah satu program
Baznas Bazis
DKI Jakarta. Tujuan dari program ini adalah untuk memberdayakan penyandang disabilitas untuk berkarya dan berwirausaha.
Meskipun kedai ini dikelola penyandang difabel, namun bukan menjadi satu kekhawatiran bagi pembeli. Pasalnya, kedai ini menyediakan tata cara pemesanan menggunakan bahasa isyarat.
Baca juga: Kisah Dinar, Peserta Hafiz Indonesia Penyandang Disabilitas Jadikan Qur'an PenyembuhAtin mengaku dalam sehari kedai ini rata-rata bisa menjual lebih dari puluhan boks kue dan minuman.
"Dalam sehari biasanya kami bisa menjual kurang lebih 40 boks kue dan 40 minuman," kata Atin saat ditemui Langit7, Kamis (14/7/2022).
Sebagai informasi, harga yang ditawarkan di kedai ini cukup bersaing. Harga yang dipatok untuk minuman mulai dari Rp10.000 hingga Rp15.000, sementara untuk makanan mulai dari Rp10.000.
Hadirnya Kedai Difabis Coffee & Tea di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta ini diapresiasi sejumlah pelanggan. Bahkan, mereka mengaku tidak mengetahui jika kedai ini dikelola penyandang disabilitas di DKI Jakarta.
"Bagus, kedai ini memberdayakan para disabilitas, terutama kawan
tuli untuk bisa usaha, bekerja, dan berpenghasilan," kata Roni (46), karyawan
asuransi yang mengaku tak menemui kendala saat pemesanan.
"Tadi pas order tidak ada kendala, saya kira normal aja kayanya. Harganya juga murah yaa dibanding Starbuck," lanjutnya.
Baca juga: Berdayakan Disabilitas, Masjid Daarul Aulia Sediakan Layanan Pijat GratisSenada dengan Roni, Nini pelanggan dari Difabis pun menganggap harga yang dibanderol sangat murah. Apalagi rasa kue yang ditawarkan pun cukup enak.
"Nggak nyangka, rasanya kuenya enak banget. Saya balik beli lagi, bukan karena mereka (penyandang disabilitas), tapi karena kuenya enak, halus, dan harganya murah untuk ukuran yang saya beli," kata Nini.
Selain minum kopi, Sahabat juga bisa berbagi. Caranya mudah, Anda cukup membeli dua kopi, satu untuk Anda dan satu lagi untuk dibagi. Nantinya Anda akan mendapat satu magnet berbentuk cup yang bisa ditempel di papan "Kopi Dibagi".
Magnet cup tadi akan diambil oleh driver ojek online, pasukan oranye, pemulung, pengemis atau siapa saja. Kemudian, magnet tersebut akan ditukarkan dengan minuman yang mereka inginkan.
Nah, buat Sahabat Langit7 yang ingin bertandang ke Difabis Coffee & Tea di Terowongan Kendal, kedai ini buka Senin hingga Sabtu pukul 12.30 WIB sampai 19.00 WIB. Sementara di hari Ahad, buka mulai pukul 07.00 - 13.00 WIB.
(est)