LANGIT7.ID, Semarang - Program vaksinasi di Jawa Tengah hingga saat ini baru mencapai 18,83 %, atau setara 5,4 juta warga yang telah divaksin dari target awal 28 juta jiwa. Proses vaksinasi tidak bisa dilakukan secara cepat, karena pasokan dari pusat belum mencukupi untuk kebutuhan vaksinasi tahap pertama dan sebagian tahap kedua.
Untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi, Jateng telah mengajukan tambahan vaksin 2,4 juta dosis setiap minggunya. Diharapkan sampai dengan Desember 2021 mendatang, target sasaran penerima vaksin bisa tercapai seluruhnya, termasuk pralansia, lansia dan pelajar.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku sudah memiliki skenario untuk mempercepat vaksinasi terhadap warganya ketika ada tambahan lagi vaksin dari pusat. Karena ada informasi bahwa vaksin dari pusat akan turun pada September atau Oktober dalam jumlah besar.
“Kami sudah siapkan seluruh faskes termasuk kantor desa/kelurahan sebagai tempat vaksinasi. Saya sudah komunikasikan dengan kades-kades itu dan mereka semuanya siap, termasuk komunikasi dengan TNI dan Polri, agar kantor Koramil,Polsek bisa dipakai, supaya tidak menimbulkan kerumunan,” jelasnya.
Ia menegaskan akan terus melakukan percepatan dalam distribusi vaksin. Setiap vaksin datang, akan langsung didistribusikan ke kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Kami sudah komunikasi dengan menteri kesehatan agar vaksinasi di Jateng dilakukan akselerasi. Jadi masih panjang sekali, maka kami minta pemerintah pusat melakukan percepatan dan kami di daerah siap eksekusi,” ucapnya.
Di sisi lain, dia meminta agar daerah mengisi aplikasi smile.karena kalau tidak maka stok vaksin di daerah dinyatakan masih banyak. Ia meminta daerah memperhatikan hal tersebut.
“Saya minta vaksinasi diprioritaskan untuk para lansia. Saat ini di beberapa daerah sudah mulai kebut vaksinasi untuk pelajar, tapi lansia dan pralansia dulu diprioritaskan,” ucapnya.
(zul)