LANGIT7.ID, Jakarta - Kualitas hubungan antara orang tua dan anak ditentukan oleh kebersamaan. Itu ditandai dengan interaksi dua arah, anak dan orang tua saling bercerita, bercanda, bergantian mendengarkan dan memberikan tanggapan.
Waktu orang tua bermain bersama anak juga merupakan waktu yang berkualitas. Dengan begitu, orang tua bisa memahami tahap perkembangan dan kesiapan mental anak.
Pada 2018 lalu, sekelompok anak-anak di Hamburg, Jerman membuat heboh publik internasional. Pasalnya, anak-anak itu memprotes orang tua-nya yang terlalu sibuk dengan
smartphone atau gadget mereka.
Demonstrasi itu dipimpin Emil Rustige, seorang bocah berusia 7 tahun kala itu. “Bermainlah dengan saya, bukan dengan ponselmu,” begitu tulisan poster dari demonstrasi anak-anak itu.
Baca Juga: Tips Cerdas Buya Yahya Didik Anak dalam Bermain Gadget
Ada sekitar 150 anak yang ikut berpartisipasi dalam demonstrasi itu. Mereka tak terima para orang tua lebih mementingkan kesibukan dengan gadget ketimbang bermain bersama anak-anaknya. Mereka bahkan bertanya-tanya, apa yang lebih menarik bagi orang tua daripada anak mereka sendiri.
The Swaddle mencatat, penggunaan gadget menghalangi interaksi pribadi antara orang tua dan anak. Banyak penelitian menyebutkan, penggunaan hp berlebihan bisa menimbulkan kecanduan.
Itu tentu kabar buruk bagi kebersamaan anak dan orang tua. Terlebih jika orang tua terbiasa memberikan gadget kepada anak saat rewel dan menangis. Memberikan gadget untuk menenangkan anak bukanlah solusi yang baik.
Baca Juga: 7 Aplikasi yang Bisa Bikin Pelajar dan Mahasiswa Semakin Giat Belajar
Sebuah studi dari University of Michigan dan Illinois State University menemukan, penggunaan gadget secara berlebihan membawa dampak buruk bagi perilaku anak-anak seperti kurang peka, jadi lebih emosional, hiperaktif, dan suka marah-marah.
Di sisi lain, orang tua berlebihan dalam menggunakan gadget juga berdampak buruk bagi anak. Anak-anak akan melakukan hal-hal negatif sekadar untuk mendapat perhatian. Contoh kecil, anak lebih suka mengamuk dan merajuk untuk mendapatkan perhatian.
Sebuah survei menunjukkan, banyak anak-anak seperti Emil menyadari harus bersaing dengan gadget untuk mendapatkan perhatian anak-anak. Misalnya, satu survei AS menemukan 33% dari hampir 1.000 remaja yang disurvei mengatakan mereka ingin orang tua meletakkan ponsel saat bercakap-cakap.
Baca Juga: Tips Keren Bermain Bersama Anak, Agar Orang Tua Jadi Idola
The Swaddle melaporkan hasil wawancara dengan lebih dari 6.000 anak berusia 8 hingga 13 tahun di delapan negara, lebih dari separuh dari mereka merasa orang tua menghabiskan terlalu banyak waktu dengan gadget.
Sepertiga merasa diabaikan dan merasa tidak penting ketika orang tua sibuk dengan ponsel mereka.
Catherine Steiner-Adair, seorang psikolog klinis dan konsultan di Universitas Harvard, dan penulis
The Big Disconnect: Protecting Childhood and Family Relationships in the Digital Age, juga melakukan penelitian terhadap 1.000 anak-anak antara usia 4 hingga 18 tahun.
“Lelah, frustasi dan sedih, berusaha mendapatkan perhatian orang tua mereka, bersaing dengan layar komputer atau layar iPhone atau teknologi apapun,” menurut penelitian tersebut.
(jqf)