LANGIT7.ID - , Jakarta - Satu bulan belakangan, kumpulan remaja tanggung berpakaian nyentrik dan berani meramaikan kawasan bisnis Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Berawal dari video pendek media sosial, kumpulan remaja ini pun mendapat julukan
Anak SCBD (Sudirman Cibinong Bojonggede Depok), plesetan dari
Sudirman Central Business District.
Seolah ingin beradu gaya, anak tanggung berusia belasan ini memamerkan diri melalui
outfit pilihannya. Menariknya, busana yang dikenakan rata-rata bermerek lokal dengan harga terjangkau, mulai dari Rp100.000. Meski murah, namun
outfit mereka tetap gaya dan trendi.
Baca juga: Pengusaha Siap Fasilitasi Remaja Citayam Fashion Week Jadi Kreator KontenLangit7 sempat mendatangi lokasi yang menjadi awal fenomena
Citayam Fashion Week ini, pekan lalu. Dari banyak remaja yang datang dengan gaya mereka, bisa diambil kesimpulan bahwa untuk bergaya tak harus mahal. Terpenting adalah percaya diri dan piawai memadupadankan busana.
Salah satu remaja asal Bogor, Aulia (17) mengaku ketika ingin memadupadankan pakaian ia hanya melihat warnanya. Jika rata-rata berwarna gelap, maka ia akan menyelipkan unsur terang agar tak monoton. Setelahnya, Aulia akan menanyakan pendapat sang teman, apakah pilihannya tepat atau tidak.
"Inspirasinya dari TikTok, terus nyoba-nyoba aja sembari cocok-cocokin gitu. Untuk nyocokinnya aku lihat warnanya, kalau gelap ya cari satu yang sedikit terang," ujar Aulia yang mengaku harga
outfitnya tak sampai Rp300.000.
Terkait outfit remaja lainnya, Aulia mengatakan cukup keren meskipun ada beberapa yang terlihat aneh.
Baca juga: Saingi Kelas Borju, Citayam Fashion Week Jadi Ruang Eksis Pemuda Menengah ke Bawah"Aku ke sini baru pertama kali bareng teman-teman. Datang buat iseng-iseng aja sih, pengen nongkrong karena kan lagi ramai. Terus ternyata mereka
outfitnya memang pada keren-keren. Cuma ada beberapa yang agak aneh, tapi banyakan yang keren," katanya.
Beda halnya dengan Aulia yang baru pertama kali datang ke kawasan
Terowongan Kendal, Lala (15) remaja asal Jakarta Timur sudah berkali-kali datang. Saat dikulik Langit7, Lala mengaku karena suka dengan suasana di wilayah ini.
Jika Aulia berpatok pada Tiktok, dalam
mix and match outfit, Lala mengandalkan situs Pinterest. Mengambil inspirasi dari foto-foto estetik tersebut lantaran Lala mengaku belum mahir dalam memadupadankan busana.
Baca juga: Model Profesional Ikut Citayam Fashion Week, Muncul Istilah Haradukuh"Aku inspirasi gayanya dari Pinterest, di situ banyak foto-foto model hijab yang keren-keren. Jadi aku tiru mereka. Terus baju-bajunya aku beli di
toko online," tutur Lala pada Langit7.
Dia melanjutkan, baju yang dibelinya juga tidak mahal kisaran harganya hanya Rp100.000.
Mengenai fenomena Citayam Fashion Week ini, Lala melihat sebagai hal yang biasa saja. Dia pun tak menanggapi adanya komentar miring mengenai kumpulan remaja tanggung di kawasan Sudirman ini.
Bagi Lala, tampilan remaja di kawasan ini terbilang keren jauh dari kata norak seperti yang dikomentari sebagian orang.
"Aku akui memang ramai (fenomena Citayam Fashion Week), tapi
outfitnya keren-keren kok, enggak ada yang norak," pungkas Lala.
Baca juga: Sosiolog Nilai Positif Fenomena Citayam Fashion Week(est)