LANGIT7.ID, Jakarta - Fenomena Citayam Fashion Week (CFW) di area Stasiun MRT Dukuh atas berdampak pada peningkatan sampah di sekitar area tersebut. Padahal tumpukan sampah di jalan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.
Sampah yang berserakan digemari nyamuk untuk bersarang serta dapat menimbulkan penyakit demam berdarah (DBD). Begitu pula dengan tumpukan sampah dan limbah di perairan, seperti laut, sungai, dan lain sebagainya.
Sebagai umat muslim kita wajib menjaga kebersihan lingkungan. Perkara ini diperingati Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Baca Juga: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 22: Larangan Menyekutukan Allah SWTSyekh Wahbah az-Zuhaili dalam tafsir Al-Wajiz mengungkapkan, di antara kerusakan akibat ulah manusia, yaitu kegersangan, kekeringan, kebakaran, banjir, penyakit, kegelisahan, dan ditawan oleh musuh. Peringatan ini merupakan upaya Allah membuat mereka merasakan balasan dari sebagian perbuatan mereka di dunia sebelum dihukum di akhirat dan supaya mereka bisa kembali dari kemaksiatan mereka dan bertaubat atas dosa-dosa (mereka).
Sementara itu, dalam tafsir An-Nafahat Al-Makkiyah, Syekh Muhammad bin Shalih asy-Syawi mengatakan bahwa diangkatnya keberkahan dan berkurangnya keturunan, peperangan, dan lainnya semua karena sebab dosa, maksiat, meninggalkan perintah Allah, dan mengerjakan larangan-larangan-Nya.
Semua itu adalah sebagai hukuman bagi manusia atas amalan-amalannya yang buruk. Kemudian Allah menyebutkan hikmah akan hal itu, yaitu ke Maha Lembutan Allah bagi hamba-Nya dan kasih sayang-Nya bagi mereka agar mereka bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan, mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, dan agar muamalah mereka mengikuti tuntunan syariat.
Menarik benang merah dari kedua tafsir di atas, Allah melarang hamba-Nya merusak lingkungan di muka bumi, baik di darat maupun di laut. Oleh karena itu Allah memberikan musibah kepada hamba-Nya atas perilaku yang melanggar larangan-Nya agar segera bertaubat dan tidak melakukan hal yang sama.
Baca Juga: 60 Persen Jamaah Haji Gelombang Pertama Pulang ke Tanah AirBaca Juga: 5 Keunggulan Mompreneur, Ibu Rumah Tangga Bisa Sukses Berbisnis(zhd)