LANGIT7.ID, Jakarta - Sejumlah publik figur mengalami peretasan digital imbas mengkritik kebijakan Kementerian Komuikasi dan Informatika (
Kominfo). Setidaknya 10 orang mengalami percobaan peretasan dan intimidasi lewat aplikasi pesan terkait kampanye #BlokirKominfo.
“Peretasan dan pelecehan digital kembali ditujukan kepada orang-orang yang bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah,” kata Direktur Amnesty International Indonesia Wirya Adiwena, Senin (1/8/2022).
Wirya menilai, percobaan peretasan diduga untuk menekan kritik warganet terhadap
Kominfo yang memblokir Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang tidak mendaftar sistem elektronik (SE). Menurutnya, kekerasan digital kerap terjadi kepada orang yang kritis di media sosial.
Baca juga: Kominfo Gandeng Kedubes Amerika Bujuk Steam dkk Daftar PSE“Kasus-kasus seperti ini sudah terlalu sering terjadi tanpa penyelesaian yang jelas dan tanpa ada pelaku yang diproses secara hukum,” imbuh Wirya.
Upaya peretasan terjadi setelah sejumlah anggota organisasi masyarakat sipil serta perwakilan masyarakat umum mengadakan diskusi Twitter Space bertajuk #BlokirKominfo pada Sabtu kemarin (30/7/2022). Diskusi menanggapi pemblokiran sejumlah website yang belum terdaftar sebagai PSE.
Menurut informasi yang diterima Amnesty, selama dan setelah diskusi Twitter Space tersebut, setidaknya 10 orang mengalami percobaan peretasan dan intimidasi melalui aplikasi pesan di ponsel terkait kampanye #BlokirKominfo.
“Jika pihak berwenang tidak serius menangani kasus ini dan kasus-kasus serupa, sama saja dengan membiarkan dan membenarkan makin maraknya pembungkaman kritik dan pembatasan kebebasan berekspresi,” kata Wirya.
Konsultan Kemanan Siber, Teguh Aprianto di akun Twitternya mengunggah tangkapan layar intimidasi digital yang menjadi pembicara, penanggap dalam diskusi #BlokirKominfo dan mereka yang aktif mengkritik Kominfo.
Di antara yang mengalami intimidasi digital adalah Komika Arie Kriting, Tretan Muslim, software enginer Sirilius Kevin, Eno Bening, Resi Respati.
Baca juga: Ini Reaksi Youtuber Gaming Terhadap Pemblokiran Game oleh Kominfo“Sejauh ini 10 orang tercatat menjadi korban serangan digital dan juga teror melalui WhatsApp dampak dari #BlokirKominfo yang sedang diramaikan oleh publik. Bahkan mereka juga menyerang anak yang masih di bawah umur (14 tahun),” cuitnya dikutip Senin (1/8/2022).
(sof)