LANGIT7.ID - , Jakarta - Hijab bukan lagi menjadi halangan untuk beraktivitas, termasuk berolahraga. Berkat perjuangan
Asma Elbadawi, Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), mencabut larangan pemakaian
hijab dan tutup kepala dalam olahraga.
Lantas siapa sebenarnya Asma Elbadawi?
Asma Elbadawi merupakan seorang wanita pemain dan pelatih basket yang membuat petisi untuk meminta FIBA mengubah aturannya, terkait dengan penggunaan penutup kepala
atlet basket.Baca juga: Ini Dia 8 Atlet Muslimah Cantik dengan Segudang PrestasiPerjuangan wanita berdarah Sudan, Afrika Utara ini dimulai saat dirinya menyadari memiliki minat yang tinggi terhadap olahraga dan seni sejak sekolah. Namun, tak sedikit orang menganggap hobi tersebut terhalang karena hijabnya.
"Saya diberi tahu berkali-kali di sekolah, minat saya dalam mata pelajaran ini tidak akan mengarah ke mana-mana dan jika saya tidak berusaha lebih untuk mata pelajaran lain saya akan gagal dalam hidup," ujar Asma, di akun Facebook pribadinya, melansir dari About Islam, Selasa (9/8/2022).
Namun, keyakinannya pada Allah SWT menuntunnya untuk tetap maju dan membuktikan, hijab bukan menjadi penghalang untuk berprestasi.
"Pada 2015 saya memenangkan kompetisi puisi dengan BBC1xtra. Ini membawa saya dari rumah ke seluruh dunia. Kemudian di stasiun TV nasional, saya diundang untuk menjadi bagian dari
kampanye untuk mengubah aturan bagi
wanita Muslim dalam bola basket secara global dan saya menerimanya," ucap Asma.
Baca juga: Piagam Atlet Muslim, Klub-Klub Elite Liga Inggris MendukungBersama 11 wanita lain yang tergabung dalam anggota klub
bola basket Bradford Cobras, Asma mengkampanyekan FIBA dan memperoleh lebih dari 130.000 tanda tangan untuk meyakinkan FIBA mengizinkan wanita Muslim mengenakan jilbab dalam basket profesional.
Pada 2014, FIBA akhirnya mengizinkan atlet untuk mengenakan hijab dan hiasan kepala bagi agama apapun di lapangan bahkan untuk pertandingan profesional.
Asma bertekad melanjutkan perannya mendorong gadis-gadis muda Muslim dalam olahraga sebagai pelatih, mentor dan penasihat.
“Tantangannya sekarang adalah mendidik kembali komunitas kami tentang manfaat olahraga dan apa artinya bagi seorang perempuan Muslim untuk dapat ambil bagian," kata pemenang Rising Star in Sports pada 2019 ini.
Baca juga: Bikin Meleleh, Ini 7 Pevoli Tercantik di Ajang Proliga 2022(est)