LANGIT7.ID - , Jakarta - Belum usai
pandemi Covid 19, kini di China muncul virus baru yakni
Langya henipavirus atau LayV.
Merujuk dari Newsweek,
Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) di Taiwan pada Ahad (7/8/2022) melaporkan bahwa sejauh ini, ada 35 orang dites positif dalam beberapa pekan terakhir.
Kasus-kasus tersebut dilaporkan dari provinsi Shandong dan Henan, yang berbagi perbatasan dan terletak di timur laut
China.
Baca juga: Dokter Hewan: PMK Bukan Virus Baru, Sudah Ada Sejak Zaman BelandaDiketahui, tidak satu pun dari 35 pasien ini memiliki kontak dekat satu sama lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa penyebaran virus sporadis pada manusia pada saat ini. Virus ini diketahui ditemukan pada hewan tertentu, seperti tikus.
Hingga saat ini, belum diketahui pola penyebaran virus tersebut, apakah disebabkan oleh transfer dari hewan atau manusia. Tetapi pihak berwenang China mengingatkan agar berhati-hati.
Wakil Direktur Jenderal CDC Taiwan Chuang Jen-Hsiang menjelaskan
gejala khas antara lain
demam,
kelelahan,
batuk, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, mual, sakit kepala dan muntah.
Dalam kasus yang lebih parah, pasien bahkan menunjukkan penurunan sel darah putih, jumlah trombosit yang rendah, gagal hati dan ginjal. Untuk saat ini, belum ada kematian yang dilaporkan terkait virus ini.
Baca juga: Cegah Penyebaran Wabah Cacar Monyet, Hindari 6 Hal BerikutLebih lanjut, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) keluarga henipavirus yang memiliki jenis baru ini, digolongkan sebagai virus tingkat keamanan hayati 4, dan dapat memiliki tingkat kematian berkisar antara 40 hingga 75 persen. Hal ini jauh di atas tingkat kematian yang umum untuk virus corona, serta keluarganya yang termasuk dalam COVID-19.
Kabar, buruknya saat ini tidak ada vaksin untuk henipavirus. Satu-satunya pengobatan yang dapat diberikan oleh dokter dan profesional medis adalah perawatan suportif untuk berbagai gejala.
(est)