LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 6 keutamaan
pedagang jujur yang jarang diketahui para pelaku usaha. Salah satunya yakni membuat pelanggan betah dan balik lagi untuk berbelanja lebih royal.
Banyak penjual yang hanya mementingkan
untung. Mereka mengejar target pemasukan lebih besar dan segera balik modal, sehingga melupakan keutamaan bersikap jujur.
Padahal pedagang yang jujur justru lebih disukai
pelanggan. Mereka bakal balik lagi, bahkan siap berbelanja lebih banyak nantinya karena merasa diuntungkan.
Baca Juga: Teladani Perilaku Rasulullah, 8 Tips Dagangan Laris dengan Modal JujurSeorang yang jujur tentu disukai banyak orang. Bahkan Nabi SAW sampai diberi gelar Al Amin, karena terkenal amanah dan bisa dipercaya.
Perilaku Rasulullah ini pun bisa diterapkan dalam berniaga. Ini 6 keutamaan pedagang jujur saat berjualan atau berbinis:
1. Sunnah RasulullahBerdagang dengan jujur, tidak memainkan timbangan, tidak menipu pembeli merupakan sunnah Rasulullah. Para pelaku usaha tentu tak melulu mengharap untung, tapi juga pahala.
2. Pemasukan BerkahKeberkahan merupakan salah satu hal yang mesti dikejar saat berdagang. Jauhi lah sengketa dalam jual beli. Semua berawal dari sikap jujur pedagang kepada pembeli.
3. Pelanggan Balik LagiBanyak orang yang suka dengan pedagang jujur. Sebab pelanggan tentu merasa diuntungkan. Sebaliknya, sekali saja dibohongi, konsumen pasti kapok, sehingga usaha sepi pembeli.
4. Tidak Ada Tawar MenawarTransaksi jual beli yang sederhana adalah tidak ada tawar menawar barang. Bila pedagang sudah berlaku jujur, konsumen pasti percaya dan tak khawatir lagi dengan harga tak wajar.
5. Cerita dari Mulut ke MulutPelanggan yang sudah suka dengan cara dan perilaku berdagang seseorang, pasti akan bercerita dari mulut ke mulut. Hal ini akan menambah jumlah konsumen serta pelanggan setia.
6. Jauh dari DosaPedagang jujur tentu jauh dari dosa, karena mereka berusaha menghindari gharar atau ketidakjelasan. Mereka akan menjual barang berkualitas, sesuai harga dan tidak menipu konsumen.
(bal)