LANGIT7.ID, Ankara -
Turki memulihkan hubungan diplomatik dengan Israel setelah satu dekade terakhir membekukan hubungan diplomatiknya. Kebijakan tersebut tidak terlepas dari pertemuan Presiden
Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Isaac Herzog di Ankara pada Maret 2022 lalu.
“Diputuskan untuk sekali lagi meningkatkan hubungan kedua negara menjadi hubungan diplomatik penuh dan mengembalikan duta besar serta konsul Jenderal dari kedua negara,” kata Perdana Menteri Israel, Yair Lapid, mengatakan, dikutip Al Jazeera, Kamis (18/8/2022).
Baca Juga: Liga Arab Serukan Dunia Internasional Boikot Israel
Hubungan kedua negara sempat memanas karena serangan Israel yang menewaskan 10 warga sipil
Turki di Kapal Kemanusiaan Mavi Marmara saat hendak mengirim bantuan ke Jalur Gaza, Palestina. Menurut Lapid, hubungan diplomatik penuh itu penting untuk meningkatkan perekonomian.
“Meningkatkan hubungan akan berkontribusi untuk memperdalam hubungan antara kedua bangsa, memperluas ikatan ekonomi, perdagangan, dan budaya, dan memperkuat stabilitas regional,” kata Lapid.
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, membenarkan hal tersebut. Namun, dia meyakinkan bahwa
Turki tidak akan meninggalkan dukungan ke Palestina. Dia menyebut, keputusan itu justru akan meningkatkan Turki melobi kepentingan Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan Al-Quds. Duta besar
Turki akan ditunjuk setelah daftar itu disampaikan kepada
Erdogan.
Baca Juga: Zionis Israel Bombardir Gaza, 10 Warga Palestina Syahid dan 65 Luka-luka
“Kami selalu mengatakan kami akan terus membela hak-hak Palestina, Al-Quds, dan Gaza. Penting agar pesan kami tersampaikan di tingkat duta besar di Tel Aviv,” katanya.
(jqf)