LANGIT7.ID, Jakarta -
Umat Islam harus bisa dekat dengan Al Quran. Sebab kitab paling banyak dihafal manusia ini memiliki segudang manfaat, di antaranya untuk belajar bahasa Arab.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP)
Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menilai, Al Quran bukan cuma kitab suci, tapi juga mukjizat.
Ketenangan hati tersebut karena hidup akan selalu dibimbing oleh Allah SWT pada jalan yang lurus, karena Al Quran juga sebagai petunjuk.
"Tetapi yang terpenting Al Quran itu juga mauidzah, nasehat-nasehat. Kalau sedang berbahagia jangan lupa diri, kalau sedang berduka jangan lupa diri dan seterusnya," kata dia dikutip, Kamis (18/7/2022).
Baca Juga: Efek Rumah Selalu Dibacakan Ayat Suci Al Quran, Terasa AdemMerujuk As-Suyuthi dan Al Qurtubi, Mu’ti menyebut banyak sekali nama-nama Al Quran. Termasuk Az-Zikr yang bisa dimaknai sebagai peringatan-peringatan dan bisa juga dimaknai sebagai berzikir atau mengingatkan kepada umat Islam untuk senantiasa membaca Al Qur’an.
"Zikir yang utama adalah terus-menerus melakukan tadarus Al Quran, qiro’atul qur’an, sehingga Al Quran sebagai adzikru juga artinya itu karena Al Quran diingat, dihafal semua orang maka Quran itu adalah kitab yang paling banyak dihafal oleh umat manusia," katanya.
Karena Al Quran dijaga kemurniannya, Al Quran sebagai Kitab Suci agama yang dihafal oleh jutaan umat manusia, sehingga jika ada seseorang membaca Al Quran, lalu kemudian lupa atau keliru mesti ada orang lain yang hafal akan memperbaiki atau mengingatkan bacaannya.
Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam ini mengingatkan kepada umat Islam untuk senantiasa mendekatkan diri dengan Al Quran, sembari memperbaiki hukum-hukum bacaan Al Quran. Sebab jika salah baca Al Quran, akan salah makna.
"Mohon maaf kalau kita keliru panjang-pendek, itu nanti juga artinya itu bisa keliru. Bahkan juga kadang-kadang berhentinya di mana itu titik tekannya juga bisa berbeda," katanya.
Mu'ti menekankan supaya umat Islam dalam membaca Al Quran dilakukan dengan tartil atau membaca pelan-pelan dengan bacaan yang benar.
Dia mengingatkan supaya dalam membaca Al Quran jangan ngebut atau jangan kejar setoran, sebab ngaji Al Quran bukan supir angkot.
(bal)