Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Larangan di Bulan Muharram, Dosa Akan Dihitung Lebih Besar

fajar adhitya Rabu, 11 Agustus 2021 - 14:10 WIB
Larangan di Bulan Muharram, Dosa Akan Dihitung Lebih Besar
Ilustrasi shalat taubat. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Allah subhanahu wata ala berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36, meminta kita, khususnya ummat Islam untuk tidak berbuat kemungkaran di empat bulan haram. Para ulama menafsirkan, salah satunya yakni saat bulan Muharram.

Kedzaliman yang dilakukan pada bulan Muharram akan dihitung lebih besar dosanya ketimbang bulan-bulan lainnya. Sebaliknya banyak amalan-amalan shalih yang dapat kita kerjakan untuk mendapatkan ridho Allah saat momen ini.

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa " (QS At- Taubah 36).

Baca Juga: Shalat Sunnah Isyraq Sama dengan Dhuha di Awal Waktu

Menurut sahabat Abdullah Ibnu Abbas, di bulan-bulan mulia ini kita dilarang untuk berbuat dzalim dan kemungkaran. Sebab, dosa yang dilakukan di bulan haram lebih besar, dibandingkan bulan lainnya.

Bahkan, Rasulullah menyebut Muharram sebagai bulannya Allah, sebagaimana sabdanya: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan yakni puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR Muslim).

Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi, disunnahkan untuk berpuasa di hari Asyura pada tanggal 10 Muharram. Kemudian, ditambah untuk berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya, untuk membedakan dengan kaum Yahudi.

Karena, ketika datang ke Madinah, Nabi menyaksikan orang-orang Yahudi biasa berpuasa satu di hari di tanggal 10 Muharram, Mereka berkata: "Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan bala Firaun. Maka Nabi Musa berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah."

Mendengar hal tersebut, Rasululllah pun bersabda: "Aku lebih berhak menghormati Musa daripada mereka." Maka, beliau berpuasa dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa Asyura dan Tasu'a. (HR Bukhari).

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)