LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum RI periode 2010-2014, Achmad Hermanto Dardak, meninggal dunia pada Sabtu (20/8/2022) setelah mengalami kecelakaan di ruas Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah.
Hermanto meninggalkan seorang istri, Sri Widayatie, dan tiga orang anak di antaranya Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur), Amila Alistiawati, dan Eron Ariodito. Putra ketiga Hermanto, Eril Arioristanto Dardak sudah meninggal dunia pada 2018 lalu.
Pria kelahiran Trenggalek, 9 Januari 1957 itu merupakan putra dari pasangan KH Mochamad Dardak dan Siti Mardiyah. Dia menempuh pendidikan di Trenggalek hingga lulus SMA Negeri 1 Trenggalek dan melanjutkan di Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1975 dan lulus 1980.
Setelah itu, dia melanjutkan Studi Master di Teknik Sipil Universitas New South Wales, Australia dan lulus 1985. Dia mendapat gelar doktor dari universitas yang sama pada 1990.
Baca Juga: Ayah Emil Dardak Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Jalan Tol
Hermanto menjadi orang pertama yang memperoleh penghargaan bergengsi Professional of the Year dari International Road Federation. Dia juga menjadi ketua organisasi permukiman internasional EAROPH, dan memimpin
Road Engineering Association for Asia and Australia (REAAA).
Karya Hermanto di Tanah Air, dari Jembatan Suramadu Hingga Jembatan Kelok 9Kementerian PUPR mengungkapkan, almarhum Hermanto Dardak memiliki banyak karya dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Karya itu dihasilkan saat masih menjabat di Kementerian PUPR.
Beberapa karya beliau yakni pembangunan Jembatan Suramadu di Jawa Timur dan Jembatan Kelok 9 di Sumatera Barat, dan perencanaan Jembatan Selat Sunda.
“(Hermanto) turut melahirkan UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang dan UU No.11/2014 tentang Keinsinyuran yang disusun bersama Tim Persatuan Insinyur Indonesia,” kata Kementerian PUPR dalam keterangan tertulis, Ahad (21/8/2022).
Hermanto juga berperan menginisiasi berbagai rintisan infrastruktur strategis seperti bendungan, jalan tol trans Sumatera melalui konsep penugasan Hermanto menjabat komisaris utama Hutama Karya periode 2007-2014.
Saat menjabat Wakil Menteri, dia mendapat tugas khusus untuk merintis pendirian Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) di bawah Kementerian PUPR. Bahkan, Hermanto dipercaya sebagai ketua tim pengarah pembangunan insfastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Kementerian PUPR dan turut berperan menentukan titik nol IKN.
Baca Juga: Arsitek Masjid Istiqlal Ternyata Seorang Kristen Protestan
Hermanto pernah mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama yang diberikan oleh Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014. selain itu, beberapa penghargaan lain didapat seperti Honorary Fellow dari Institution of Engineer Asia, Distinguished Alumni Award Australia, Insinyur Profesional Utama dari Persatuan Insinyur Indonesia (PPI), dan Legacy Award dari Ikatan Ahli Perencana (IAP).
Sosok yang BersahajaSelain kontribusi tersebut, Hermanto juga dikenal sebagai sosok yang bersahaja. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dia menyebut Hermanto memiliki keteladanan dan kepribadian yang sangat sederhana.
“Beliau sangat kekeluargaan, sangat dekat dengan berbagai kelompok termasuk alumni,
engineer, dan yang lain. Beliau sangat bersahaja dan keteladanannya, tentu profesinya baik dan hubungan dengan koleganya juga sangat baik,” kata Airlangga di Jakarta, Sabtu (20/8/2022).
(jqf)