LANGIT7.ID, Jakarta - Berbagai fasilitas diupayakan dari setiap masjid bagi jamaah dan oleh jamaah. Fasilitas-fasilitas pendukung tersebut tentunya sangat membantu bagi para jamaah masjid, seperti halnya yang diterapkan Masjid Raya Pulo Asem yang memiliki 30 unit air conditioner (AC) di seluruh ruangan masjid.
Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Pulo Asem, Nursal mengatakan, 30 unit AC tersebut merupakan hibah dari seseorang yang dermawan untuk fasilitas masjid. "AC 30 unit sumbangan dari satu orang," kata Nursal saat ditemui
Langit7.id, Senin (22/8/2022).
Lanjutnya, ia menuturkan, pada awalnya daya listrik yang dimiliki masjid sebesar 16 ribu VA. Aliran listrik tersebut pun dibikin secara terpisah dengan kilo Watt hour (kWh) masing-masing sebesar 16 ribu VA baik untuk lantai atas maupun bawah. Dengan daya sebesar itu pun masjid masih merasa kurang hingga menaikan daya sebesar dua kali lipat dari pada sebelumnya.
Baca Juga: Sejarah Masjid Raya Pulo Asem, Diresmikan Langsung Buya Hamka"AC lumayan banyak dan rata-rata satu PK tarikan seribu watt. Ternyata kurang, ditambah lagi adanya AC standing kita naikin lagi jadi 32 ribu bawah dan 32 ribu atas," jelasnya.
Namun untuk pembayaran listrik untuk setiap fasilitas umum, seperti rumah ibadah ternyata hanya membayar sebesar 50 persen dari total keseluruhan yang harus dibayar per bulan.
"Nah waktu itu sekitar lima juta satu bulan untuk listrik, harusnya 10 juta karena 50 persen jadi lima juta," tuturnya.
Nursal menjelaskan bahwa pembayaran listrik setiap bulannya tidak menjadi beban masjid. Karena terbantu oleh kotak amal berjalan yang diadakan setiap salat Jumat.
"Alhamdulillah untuk listrik sendiri kalau dari bulan ke bulan tidak ada masalah. Artinya setiap dana operasional dari yang setiap jumat aja kurang lebih 10 juta setiap Jumat Kita dapat," jelas Nursal.
Baca Juga: 3 Perumpamaan Orang Membaca Al-Quran, Termasuk Kaum Munafik"Jadi Jumat itu kita setiap satu bulan empat kali, jumat saja itu sudah 40 juta dari uang kotak amal," imbuhnya.
Fasilitas pendukung lainnya pun hadir bagi para jamaah yang hendak menunaikan salat. Disediakannya mukena untuk jamaah perempuan dan sarung untuk jamaah laki-laki. "Kita rutin mencuci mukena suapaya nggak kotor," ujarnya.
Selain itu juga terdapat lemari dinding penyimpan Al-Qur'an yang berada di bagian depan masjid samping mimbar.
Lemari tersebut juga dibagi menjadi dua bagian, pada bagian atas untuk Al-Qur'an dan bawah untuk menyimpan barang jamaah salat seperti tas dan lain-lain agar aman saat melaksanakan ibadah salat.
Baca Juga: 7 Program Prioritas Kemenag Harus Dipahami ASN(zhd)