LANGIT7.ID - Suntikan vaksin dosis kedua penting dalam vaksinasi Covid-19. Dosis kedua menurut studi mampu 95 persen mencegah keparahan dalam 28 hari atau lebih usai vaksinasi dan menekan risiko kematian atau masuk IGD akibat COVID-19 sebesar 99 persen, demikian Dr. Robert Jacobson dari Primary Care Immunization Program di
Mayo Clinic, memaparkan,
Vaksin Moderna yang saat ini digunakan para tenaga kesehatan sebagai booster diberikan 2 dosis dengan jarak 28 hari.
Sama seperti vaksin COVID-19 lainnya, dosis dua vaksin, yakni Pfizer dan Moderna yang diketahui berbasis mesengger RNA (mRNA) ini, menurutnya, sebaiknya disuntikkan sedekat mungkin dalam interval waktu yang direkomendasikan.
Jacobson mengatakan, dosis kedua vaksin COVID-19 termasuk juga Pfizer-BioNTech masih bisa diberikan dalam rentang enam minggu (42 hari) setelah dosis pertama. P
Pakar tak ingin berspekulasi tidak terjadi penurunan kekebalan meski telah divaksin dosis pertama. Alasan lain data tentang kemanjuran vaksin mRNA COVID-19 bila diberikan melebihi waktu yang direkomendasikan masih terbatas .
Hal senada diungkapkan dokter spesialis penyakit menular di Stanford University, California, Grace Lee. Seperti dikutip dari
Healthline, Rabu (11/8), ia mengatakan, sementara ini data masih terbatas tentang seberapa efektif vaksin COVID-19 jika dosis keduanya diberikan melebihi enam pekan atau 42 hari (khusus untuk Pfizer-BioNTech dan Moderna). Keterbatasan data belum kuat untuk melandasi temuan atau kesimpulan.
Tetapi, kalau toh dosis kedua diberikan melewati batas interval, juga tidak perlu mengulang dosis pertama vaksin.
Hal yang perlu dilakukan yakni menuntaskan dosis kedua dan memaksimalkan manfaat kekebalan yang ditawarkan melalui vaksinasi. Terkait dampak, Lee mengaku khawatir penundaan dosis kedua berisiko menyebabkan pelemahan respons kekebalan dari dosis pertama.
"Bila Anda belum terinfeksi virus corona, dosis pertama dianggap sebagai dosis utama Anda. Biasanya, booster diberikan untuk memastikan respons kekebalan Anda akan tahan lama dari waktu ke waktu," kata Lee.
"Apabila Anda hanya mendapatkan satu dosis, maka dikhawatirkan respon kekebalan akan berkurang. Jadi, berdasarkan penjelasan para pakar kesehatan, Anda sebaiknya disuntik vaksin dosis kedua tepat waktu. Kalau pun terlambat dari waktu yang ditentukan, Anda disarankan segera mendapatkan suntikan dosis kedua saat sudah memungkinkan," tambah Lee.
(arp)