Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Setan Akan Menggoda Manusia dari Segala Arah, Berikut Penjelasannya

ahmad zuhdi Kamis, 12 Agustus 2021 - 08:45 WIB
Setan Akan Menggoda Manusia dari Segala Arah, Berikut Penjelasannya
ilustrasi godaan setan (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Setiap manusia selalu mendapatkan godaan dari setan melalui berbagai arah agar manusia tidak berada di jalan yang lurus, yang diridhai Allah. Setan memohon kepada Allah agar diberikan tempo (dispensasi) untuk menggelincirkan manusia ke neraka dari berbagai arah.

Sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an Surat al-A'raf ayat 14-17, yang artinya:

Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".

Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi penangguhan".

“Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)”

Dalam ayat tersebut, setan menggoda manusia dari arah depan, belakang, kanan, dan kiri manusia. Menurut Ibnu Abbas Radhiallahu'anhu, dari arah depan maksudnya manusia akan diragukan tentang akhirat. Dari arah belakang, maksudnya manusia akan digemarkan dalam urusan dunia. Dari arah kanan, manusia akan dibuat bingung dalam urusan agama. Dan dari arah kiri, maksudnya manusia akan disiapkan bentuk-bentuk kemaksiatan yang menarik.

1. Setan Menggoda Manusia dari Depan

Maksud setan menggoda dari depan ialah setan akan membuat ragu manusia terhadap hari akhir karena hari akhir adalah hari yang akan dihadapi oleh setiap manusia, masa depan yang pasti akan dijalaninya. Setiap hari ia melangkah menuju hari akhir yang diawali dengan kematian. Manusia sadar atau tidak, ia pasti menjalani mati dua kali, hidup pun dua kali.
Selain itu, hari akhir adalah hari penentuan nasib manusia yang tidak mungkin dapat diperbaiki lagi. Jika mendapatkan kebahagiaan, berarti ia mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Demikian pula, jika mendapatkan penderitaan, berarti ia mendapatkan penderitaan yang abadi.

Hari akhir juga adalah hari pembalasan, sekecil apapun kebaikan pasti akan memperoleh balasannya dan sekecil apapun kejahatan pasti akan memperoleh balasannya.

2. Setan Menggoda Manusia dari Belakang

Maksud setan menggoda dari belakang menurut Ibnu Abbas, ialah manusia akan digoda, menyukai dan terjebak urusan dunia.

Dunia adalah alam atau kehidupan yang akan kita tinggalkan. Walau kita berusaha mengumpulkan harta sebanyak mungkin, akhirnya ditinggalkan juga. Pangkat dan jabatan yang diraih dengan susah payah akhirnya ditanggalkan.

Dunia juga adalah kehidupan yang sementara, tiada orang yang kekal di dunia. Raja atau penguasa,. profesor atau doktor, teknolog, atau psikolog mereka belum mempunyai resep untuk menghindari kematian atau memperpanjang kehidupan, akhirnya meninggal juga. Setiap hari terus maju melangkah untuk meninggalkan dunia.

Tak hanya itu, dunia adalah kesenangan yang bercampur dengan kesusahan, suka bercampur duka, bahagia silih berganti dengan derita. Dunia yang demikian keadaannya, tentu saja selayaknya tidak dijadikan tempat menetap yang abadi, tidak dijadikan cita-cita dan target akhir apalagi dijadikan tempat kepuasan dan kebahagiaan yang hakiki, tetapi justru setan memutarbalikan kenyataan, menjadikan dunia Seperti yang menjanjikan segalanya.

Orang terus berangan-angan, seolah-olah akan hidup seribu tahun lagi, padahal ia sudah berada di usia senja, keluh kesah dunia tidak dirasakan cape, perjalanan jauh pun sepertinya tidak melelahkan, jatuh bangun dalam segala usaha dianggap biasa, dia tidak sadar bahwa dunia itu Mata' al-Ghurur (kesenangan yang semu).

3. Setan Menggoda Manusia dari Kanan


Maksud setan menggoda dari sebelah kanan menurut Ibnu Abbas ialah manusia akan dibuat bingung dalam urusan agama. Petunjuk agama adalah petunjuk yang sudah pasti, mana haq mana bathil, mana sunnah mana bid'ah, mana hidayah mana dhalalah, mana tauhid mana syirik.
Maka apapun petunjuk agama, tentu saja harus bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah. Sebab pola hidup yang Islami telah diwariskan oleh Nabi dan para shahabat. Tetapi dalam hal Ini, setan berusaha mengaburkan agama dengan cara membuat tasykik (ragu-ragu) dan bingung, mana yang benar, mana yang salah. Terkadang ra'yu mengalahkan wahyu, ayat ditukar dengan filsafat, budaya dianggap agama, tradisi dianggap hadits nabi, dhalalah dianggap hidayah.

Seperti tidak mempunyai pegangan atau patokan untuk menentukan, mana haq mana bathil, apalagi dengan melihat beragamnya pendapat dan pengamalan, kadang membuatnya apatis, seolah-olah tidak ada jalan keluar. Itulah upaya setan untuk menggoda manusia dari sebelah kanan.

4. Setan Menggoda Manusia dari Kiri


Maksud setan menggoda dari kiri menurut Ibnu Abbas ialah setan akan membuat rangsangan untuk berbuat maksiat dan pelanggaran. Diketahui, maksiat adalah bentuk pelanggaran yang semestinya dijauhi atau ditinggalkan. Pelaku maksiat seharusnya merasa malu dan takut, merasa hina dan dicoreng-moreng. Pelaku maksiat mestinya takut dengan sanksi sosial atau caci maki dari masyarakat sekitar.

Tetapi dalam hal ini, setan berusaha untuk mengemas maksiat dan kejahatan menjadi hal yang menarik, menganggap pelanggaran seperti hal yang biasa bahkan lebih dari itu. Namun apakah manusia akan menyerah?

Ternyata masih ada peluang dan kesempatan, di mana setan tidak bisa menggoda manusia dari atas. Menurut para ahli tafsir, maksud di atas yaitu hidayah Allah. Jika Allah berkenan memberikan hidayah, siapapun termasuk setan tidak akan mampu menghalanginya.

Hidayah dalam beberapa ayat Al-Qur'an digambarkan datangnya dari atas. Oleh karena itu, berlindunglah kepada Allah, mohonlah hidayah kepadanya untuk keselamatan kita dari jeratan setan yang terkutuk.

Sumber: Tafsir Surat Al-Fatihah karya KH Aceng Zakaria.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan