LANGIT7.ID, Jakarta - Data 1,3 Miliar pengguna kartu SIM diduga bocor. Diketahui, sejumlah 1.304.401.300 diunggah oleh akun bernama Bjorka dalam forum Breached.to. Data sebesar 87 GB diklaim berisi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor ponsel, provider telekomunikasi, dan tanggal registrasi.
Aktivis Digital, Teguh Aprianto, membagikan cara mengetahui data pribadi seperti Nomor HP dan NIK bocor. Pada 2018 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta masyarakat Indonesia melakukan registrasi Nomor HP menggunakan NIK dan Kartu Keluarga (KK).
Baca Juga: 1,3 Miliar Nomor Telepon Masyarakat Indonesia Bocor dan Diperjualbelikan
Kominfo kala itu menjanjikan individu yang sudah registrasi akan terbebas dari spam. Namun, janji tersebut tidak terlaksana. Teguh menjelaskan, terbebas dari spam tidak didapat, kini data registrasi Nomor HP sebanyak 1,3 miliar bocor dan dijual.
“Data registrasi nomor HP tersebut dijual seharga 742 juta rupiah. Pelaku juga membagikan sampel gratis sebanyak 2 juta data,” kata Teguh di akun twitter-nya, Jumat (2/9/2022).
Nah, untuk memeriksa apakah data pribadi Anda termasuk di dua juta sampel yang dibagikan gratis tersebut, bisa diperiksa melalui
https://periksadata.com/simcardkominfo/.
Baca Juga: Data Dijual di Forum Online, Kominfo Sebut Tak Simpan Registrasi Kartu SIM
Jika data Anda termasuk di dua juta sampel yang dibagikan gratis oleh pelaku, maka akan muncul tampilan pemberitahuan dengan tulisan seperti di bawah ini:
“Ya Data Kamu bocor :(Sayangnya Nomor HP kamu +628xxxxxx yang didaftarkan dengan NIK 5024xxxxxxxx0001 termasuk di dalam sampel yang diberikan oleh pelaku sebanyak 2 juta data.Data kamu yang bocor di antaranya adalah NIK, No HP, provider yang kamu gunakan dan tanggal melakukan registrasi.”
Untuk anda yang sudah memeriksa Nomor HP di
http://periksadata.com/simcardkominfo/ tapi datanya tidak termasuk di 2 sampel yang dibagikan gratis oleh pelaku, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini:
“WAH SelamatData kamu tidak termasuk di dalam sampel yang diberikan oleh pelaku sebanyak 2 juta data.Tapi kemungkinan data kamu ikut bocor bersamaan dengan 1,3 miliar data registrasi Nomor HP lainnya.”(jqf)