Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Hukum Nepotisme dalam Islam, Ustadz Abdul Somad: Gajinya Haram

mahmuda attar hussein Selasa, 06 September 2022 - 15:15 WIB
Hukum Nepotisme dalam Islam, Ustadz Abdul Somad: Gajinya Haram
Pendakwah ustadz Abdul Somad. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Islam melarang perbuatan nepotisme. Ustadz Abdul Somad (UAS) secara tegas menyampaikan, gaji seseorang yang masuk kerja dari nepotisme adalah haram.

Nepotisme termasuk dalam perbuatan melawan hukum demi menguntungkan kepentingan keluarga dan atau kroni di atas kepentingan lainnya. Secara mudah, nepotisme berarti mengandalkan kekuatan orang dalam.

"Kalau lulus masuk pendidikan atau kerja karena kedekatan dengan orang dalam berarti dia zalim dan aniaya," tegas dai berlogat melayu ini, dikutip dari kanal YouTubenya, Selasa (6/9/2022).

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Ungkap Tokoh Idola dan Jadi Inspirasinya dalam Berjuang

Adapun bila diterima kerja dengan posisi dan gaji tertentu, maka dia memakan uang haram selama menerima penghasilan tersebut. Untuk itu, dia mengingatkan agar kaum muslimin bisa mengikuti segala proses seleksi masuk kerja sesuai hukum dan aturan yang berlaku.

Selain itu, dia menambahkan agar pihak penyelenggara, baik perusahaan atau instansi tertentu untuk tidak berlaku curang. Terlebih bila terdapat kandidat yang lebih pantas untuk diterima di posisi jabatan yang tersedia, baik karena kecerdasan, kompetensi, dan latar belakang pendidikannya yang sesuai.

"(Nepotisme) zalim, makan uang haram. Maka keadilan diperlukan bila memang ada yang lebih pantas diluluskan," tambah penceramah di bidang ilmu hadis dan fikih ini.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)