LANGIT7.ID, Jakarta - Perwakilan
Indonesia bertemu dengan Wakil Menteri Haji Arab Saudi membahas penyelenggaraan ibadah umrah. Mereka yang mewakili Indonesia yakni Konsul Haji di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Endang Jumali.
Endang mengatakan, ada beberapa hal yang membuat jamaah asal Indonesia terganjal untuk melaksanakan ibadah umrah. Salah satunya status
suspend atau
larangan terbang.
Baca Juga: Mulai Hari Ini Arab Saudi Izinkan 2 Juta Jamaah Umrah per Bulan"Upaya diplomasi juga sudah dilakukan, kemarin kami sudah bertemu dengan Wakil Menteri Haji," kata Endang melalui pesan singkat yang dikutip dari
Anadolu Agency, Kamis (12/8/2021).
"Indonesia masih
suspend bersama sembilan negara yang lain," ucapnya.
Sementara, penggunaan vaksin buatan China seperti
Sinovac dan
Sinopharm yang disuntikkan ke sebagian besar penduduk Indonesia juga menjadi kendala. Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi tengah menganalisis penggunaan kedua vaksis tersebut sebagai syarat penerbangan.
"Insya Allah dalam waktu dekat sudah diakui dan boleh digunakan untuk umrah," ungkapnya.
Baca Juga: Pemerintah Saudi Diharapkan Hapus Status Suspend Jamaah IndonesiaDiketahui, Arab Saudi sudah membuka penyelenggaraan ibadah umrah untuk jamaah dari luar negaranya. Meski begitu, belum ada kepastian keberangkatan calon jamaah
umrah asal Indonesia.
Sebelumnya, Arab Saudi mengumumkan kapasitas jemaah umrah akan ditingkatkan dari 60.000 orang per bulan menjadi 2 juta orang.
Pada akhir Juli lalu, pemerintah kerajaan
Arab Saudi juga menyebutkan sembilan negara tidak dapat melakukan penerbangan langsung, yakni India, Indonesia, Pakistan, Turki, Mesir, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon. Jamaah umrah dari sembilan negara itu harus transit di negara ketiga untuk melakukan karantina selama 14 hari sebelum terbang menuju Arab Saudi.
Selain dengan syarat usia 18 tahun ke atas, Saudi mensyaratkan jemaah umrah telah divaksin penuh dengan salah satu dari empat vaksin, yakni AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson. Namun bagi jamaah umrah yang divaksin dengan vaksin buatan China seperti Sinovac atau Sinopharm, Arab Saudi tetap membolehkan berangkat dengan syarat jemaah kembali divaksin dengan salah satu vaksin di atas. (Sumber:
Anadolu Agency)
Baca Juga: Satgas Covid-19: Kasus Aktif di Indonesia Turun 25,77 Persen Dalu Nuzlul Kirom, Lulus ITS Tak Jadi Insinyur tapi Memberdayakan Eks PSK Dolly(asf)