LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 golongan orang
mati syahid menurut hadis Nabi SAW. Penceramah Ustadz Adi Hidayat menjelaskan mujahid bukan hanya mereka yang berperang di jalan Allah SWT.
Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah bertanya kepada para Sahabat: "Siapakah orang yang mati syahid di antara kalian?" Mereka menjawab, "Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah."
Baca Juga: Meninggal saat Menuntut Ilmu Dinilai Mati Syahid, Ini Kata UstadzLalu Nabi pun menjawab: "Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang mati syahid." Para sahabat bertanya, "Mereka itu siapa ya Rasul?' Rasulullah SAW menjawab, "Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang mati di jalan Allah (bukan karena perang) juga syahid, orang yang tertimpa tha'un (wabah) pun syahid, orang yang mati karena sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid." (HR Muslim).
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan 5 golongan orang mati syahid dalam hadis tersebut:
1. Orang yang wafat karena wabah penyakit (tha'un)Orang yang meninggal karena wabah penyakit (tha'un) tergolong mati syahid. Namun, dengan syarat dia punya iman dan amal salih saat meninggal.
Jenazah orang mati syahid yang masuk dalam golongan ini tetap ditangani seperti jenazah muslim pada umumnya.
2. Wafat karena sakit luar biasa di perutOrang-orang yang meninggal karena sakit luar biasa di bagian perut juga termasuk golongan orang yang mati syahid.
"Barang siapa yang mati karena (ada penyakit) dalam perut maka ia syahid." (HR. Muslim).
3. Wafat karena tenggelamOrang-orang yang meninggal karena tenggelam juga masuk dalam golongan mati syahid. Sebab, orang yang tenggelam kemungkinan akan mengalami sakit tak tertahankan dan penderitaan sebelum meninggal.
Orang yang meninggal karena tenggelam di air tergolong mati syahid. Namun, bila jenazah akhirnya berhasil diketemukan maka harus dimakamkan sesuai syariat Islam yakni dengan dimandikan, dikafani dan disalatkan.
4. Wafat karena tertimpa reruntuhanOrang-orang yang wafat karena tertimpa reruntuhan tergolong mati syahid. Jasad mereka tetap dimandikan, dikafani, dan disalatkan.
5. Wafat fi sabilillah, di medan perang atau dakwahUstadz Adi Hidayat mengungkapkan, dari kelima golongan mati syahid, golongan inilah yang memiliki derajat paling tinggi.
Mereka adalah orang yang berjuang di jalan Allah, baik melalui perang membela Allah seperti para sahabat, atau dengan dakwah seperti yang dilakukan para ulama saat ini.
Kendati demikian, orang yang mati di medan perang jenazahnya disalatkan lengkap dengan pakaian terakhir yang mereka kenakan.
"Jangan kalian mandikan mereka, karena setiap luka atau darah, akan mengeluarkan bau harum minyak misk pada hari kiamat." (HR. Ahmad).
Sementara di jalan dakwah, orang-orang ini adalah para ulama. Termasuk para penuntut ilmu.
"Maka persiapkan bekal untuk akhirat, karena bisa jadi kita meninggal saat sedang menulis di dalam kajian, sedang memahami ilmu, ataupun dalam niatan tobat," tambahnya.
(bal)