LANGIT7.ID, Jakarta - Nama Masjid Jami At-Taubah sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat daerah Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Tempat peribadahan umat muslim ini merupakan salah satu yang tertua di Ibu Kota, berdiri sejak tahun 1923.
Masjid tampak megah dengan desain kekinian, dibalut warna krem, arsitekturnya pun mengadopsi gaya Timur Tengah yang dikemas secara modern. Humas Masjid Jami' At-Taubah, Rudi Sarwono mengatakan, awalnya masjid tersebut adalah musala kecil.
Kemudian dibangun hingga menjadi megah seperti sekarang ini sebab banyaknya jamaah yang sering beribadah, namun ia tidak tahu persis kapan proses pemugaran dilakukan. "Cuma renovasi terakhir itu tahun 2010 selesai pada 2013," ujarnya saat di wawancara
Langit7, Rabu (13/9/2022).
Rudi menjelaskan, masjid yang berdiri di atas tanah seluas 1.250 meter persegi ini dapat menampung sekitar 2.000 jamaah. Ada pula kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan setiap malamnya lima hari sepekan.
Baca Juga: Berada di Mayoritas Non Muslim, Papua Miliki 3 Masjid Bersejarah"Kajian pengajian rutin dilakukan, setiap Subuhnya juga selalu ada pengajian," tuturnya.
Berbeda dengan masjid pada umumnya, tempat peribadahn umat muslim yang satu ini selalu terbuka untuk umum dan tidak pernah terkunci bagi para jamaah. "Masjid buka 24 jam tapi non stop untuk jamaah, kan kalau masjid tertutup itu tidak bagus karena untuk orang ibadah," kata Rudi.
![Masjid Jami At-Taubah Pancoran Buka 24 Jam Non Stop]()
Dalam pantauan Langit7, meski lokasi masjid berada masuk sedikit di dalam gang. Namun jamaah yang hadir untuk menunaikan ibadah salat Dzuhur bukan hanya warga sekitar saja, tapi juga masyarakat luas dari berbagai daerah Jakarta.
"Rumah saya sih agak jauh dari sini, tapi saya suka aja ke sini, kayak ngangenin aja suasananya," kata seorang jamaah, Fajar saat ditemui Langit7.
Baca Juga: Hampir Berusia 1 Abad, Masjid At-Taubah Sediakan Ragam Fasilitas(zhd)