LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota
Komisi VII DPR RI, Mulyanto, turut menanggapi rencana pemerintah yang bakal menghapus golongan pelanggan listrik daya 450
volt ampere (VA) dengan menaikkan daya menjadi 900 VA. Mulyanto menyebut kebijakan pemerintah tidak berperasaan dan terlalu terburu-buru.
Mulyanto mengingatkan pemerintah seharusnya berkonsultasi dahulu dengan Komisi VII DPR RI yang menangani masalah energi. Dia pun memastikan pihaknya bakal memanggil PLN guna meminta keterangan soal wacana penghapusan daya 450 VA tersebut.
Baca Juga: Sebanyak 17 Juta Data PLN Diduga Bocor, Ini Kata Pakar Siber"Kalau caranya seperti ini, sudah melanggar pakem ketatanegaraan kita. Komisi VII DPR RI dalam waktu dekat akan memanggil pihak terkait meminta keterangan soal ini," kata Mulyanto dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/9/2022).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta pemerintah cermat dan komprehensif mengatasi surplus listrik (
over supply)
PLN. Dia tidak ingin rakyat dikorbankan dengan menghapus daya pelanggan 450 VA.
"Jangan sampai kesalahan pemerintah merencanakan kebutuhan listrik ditimpakan kepada rakyat kecil. Ini tidak adil. Apalagi saat ini masyarakat sedang sulit, karena pandemi Covid-19 yang belum usai, kenaikan harga BBM, serta kenaikan harga bahan makanan," ujarnya.
Baca Juga: PLN Targetkan Sistem Kelistrikan KTT G20 Rampung Bulan SeptemberKalaupun pemerintah akan menghapus pelanggan listrik berdaya 450 VA dan mengalihkannya ke daya 900 VA, Mulyanto meminta subsidi listrik harus tetap diberikan. Selain itu, pemerintah juga harus mensosialisasikan dengan jelas terkait perpindahan daya tersebut.
"Jangan subsidinya ikut dihapus. Ini akan memberatkan rakyat. Kemudian perpindahan daya listrik PLN dari 450 VA ke 900 VA tersebut diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun," ucap politisi yang akrab disapa Pak Mul itu.
Sebagai informasi, pemerintah berencana menghapus penggunaan listrik 450 VA dalam rangka menyerap listrik milik PT PLN (Persero) yang saat ini sedang mengalami over supply. PLN disebut mengalami
over supply listrik sebanyak 6 Giga Watt (GW) saat ini. Tahun depan, akan ada pembangkit listrik baru yang akan beroperasi dan mengakibatkan adanya tambahan over suplai sebesar 1,4 GW menjadi 7,4 GW.
Baca Juga:
Pakar Sebut Kenaikan Tarif Listrik Picu Inflasi
Catat, Golongan Pelanggan PLN Ini Tarif Listriknya Tidak Naik
Kenaikan Tarif Listrik 3.500 VA Berlaku Mulai 1 Juli 2022
(asf)