LANGIT7.ID, Jakarta - Sejumlah organisasi kemanusiaan Indonesia yakni MER-C, AWG, KISDI dan BSMI menemui Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti di Ruang Delegasi Lantai 8, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta. Pertemuan itu membahas kedatangan timnas Israel U-20 ke Indonesia dalam rangka mengikuti
Piala Dunia U-20 2023.
Hadir Ketua Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Ansorullah, HM Mursalin (KISDI), Taufik Hidayat (LPPI), Bima Pradana (BSMI), Rima Manzanaris (Manager Operasional MER-C) dan Bayu E.K (BSMI).
Baca Juga: Pemerintah Diminta Tegas ke Israel Terkait Kejahatan HAM ApartheidKetua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, meminta dukungan La Nyalla agar pemerintah menolak kedatangan
timnas Israel U-20. Menurutnya, Israel merupakan negara pelanggar hak asasi manusia dan penjajah bangsa Palestina.
"Tentunya ini bertentangan dengan hukum internasional dan juga tujuan negara kita yang ingin mewujudkan perdamaian di muka bumi ini dengan menolak segala bentuk penjajahan. Selain itu, antara Indonesia dan Israel juga tidak punya hubungan diplomatik, sehingga sudah seharusnya tidak mengeluarkan visa bagi mereka," kata Sarbini dalam keterangan yang diterima Langit7.id, Sabtu (17/9/2022).
![La Nyalla Diminta Surati Jokowi Tolak Kedatangan Timnas Israel U-20]()
Sarbini menyebut kehadiran Israel melukai perjuangan Indonesia dalam hal kemanusiaan. Jika Israel sampai ke tanah air dan bisa bertanding, itu artinya sia-sia saja kerja para pegiat kemanusiaan di
Palestina.
"Makanya kami minta Pak La Nyalla untuk menyurati Presiden (
Jokowi) agar kita tidak berikan visa ke Israel. Sebagai bentuk komitmen menentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel terhadap Palestina yang masih terjadi hingga saat ini," ujar Sarbini.
Hal senada juga disampaikan Mursalin dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI). Dia menilai penolakan terhadap timnas Israel merupakan amanat Konstitusi.
Baca Juga: PSSI dan Pemerintah Diminta Teladani Soekarno Tolak Atlet Israel ke Indonesia"Kita tahu Indonesia sangat cinta sepakbola. Tapi kecintaan Indonesia akan perdamaian di Palestina semoga jadi pertimbangan juga bagi bangsa ini," ucap Mursalin.
La Nyalla menerima aspirasi tersebut. Namun, dia mengingatkan bahwa di sepakbola atau
sport mempunyai aturan tersendiri atau
Lex Sportiva dan itu tidak bisa diintervensi.
"
Win-win solution-nya setelah
drawing nanti, semoga
pot-nya Indonesia beda dengan Israel. Sehingga grup Israel bisa melakukan pertandingan di negara terdekat Indonesia, misalnya di Singapura," ujar La Nyalla menanggapi.
"Artinya secara sport, pertandingan tetap jalan. Sedangkan secara kemanusiaan dan hubungan diplomatik dengan Palestina juga terjalin baik," ucap pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu.
Ditambahkan La Nyalla, DPD RI secara konstitusi lebih spesifik menyuarakan kepentingan daerah. Namun soal perdamaian dan ketertiban dunia sesuai tujuan negara, seperti soal penjajahan di Palestina, dirinya sudah sering menyuarakan. Meski demikian, La Nyalla berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut ke pemerintah, dalam hal ini presiden, kemenlu dan kemenpora.
Baca Juga:
Sambut Piala Dunia U-20, Shin Tae-yong Beberkan Kekurangan Timnas U-19
Lintas Lembaga Kemanusiaan Desak FIFA Batalkan Keikutsertaan Israel
BDS Minta Pemerintah Tolak Beri Visa ke Timnas Israel dan Serukan Boikot Produk Puma(asf)