LANGIT7.ID, Jakarta - Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi terhadap Israel (BDS) di Indonesia menolak kedatangan Tim Nasional U-20 Israel untuk ikut bermain di Piala Dunia U-20 di Indonesia pada 2023 mendatang.
Co-Inisiator BDS Indonesia, Muhammad Syauqi Hafiz, menilai pemerintah patut menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia sebagai bentuk komitmen Indonesia mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
Menurut Syauqi, Timnas Israel tak sekadar perwakilan sebuah klub olahraga saja, tapi merupakan bagian dari Asosiasi Sepakbola Israel yang terbukti mendukung aktivitas di pemukiman-pemukiman ilegal Israel di wilayah Tepi Barat, Palestina.
Baca Juga: BDS Tolak Partisipasi Israel di Piala Dunia U-20 Indonesia
Maka itu, Syauqi menilai setidaknya ada tiga hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia, di antaranya:
1. Menolak Memberikan Visa Kepada Timnas IsraelMenolak memberikan visa kepada atlet Israel bukan hal baru dalam sejarah Indonesia. Presiden Soekarno pernah melakukan hal serupa saat pergelaran Asian Games 1962.
“Tentunya kita sangat berharap ini ditolak memberikan visa untuk Timnas Israel sebagaimana yang dilakukan Soekarno,” kata Syauqi kepada LANGIT7.ID, Selasa (28/6/2022).
2. Memboikot Produk Puma yang merupakan Sponsor Tunggal IsraelMenolak memberikan visa masuk dalam ranah kebijakan pemerintah sementara masyarakat Indonesia bisa mengambil peran dengan memboikot sponsor tunggal Israel yakni PUMA sebagai bentuk penolakan.
Baca Juga: Israel Lolos Piala Dunia U-20, PSSI: Tetap Kami Akomodasi
“Kalau kita mengusulkan untuk memboikot PUMA, karena PUMA menjadi sponsor tunggal Timnas Israel dan Asosiasi Sepakbola Israel. Maka kita masih bisa memboikot Israel dengan cara memboikot sponsor tunggalnya, PUMA,” ucap Syauqi.
3. Menyiapkan Rencana Lanjutan Pemerintah dan masyarakat Indonesia harus menyiapkan rencana alternatif jika masuknya Timnas Israel tak terhindarkan. Ada banyak alternatif yang bisa dilakukan.
Sekurang-kurangnya pemerintah dapat mengeluarkan aturan larangan pengibaran bendera Israel, larangan lagu kebangsaan Israel dinyanyikan, hingga melarang penonton datang ke stadion saat Israel bertanding.
“Ini dalam kondisi Timnas Israel tak terhindarkan untuk masuk ke Indonesia. Jadi, ini perlakuan non suportif masyarakat Indonesia terhadap Timnas Israel,” kata Syauqi.
Baca Juga: Palestina Lolos Piala Asia 2023, Berprestasi di Tengah Pendudukan Israel
Menurut Syauqi, tidak sepatutnya bagi masyarakat Indonesia memberikan karpet merah kepada Timnas Israel. Sebab, Indonesia memiliki kebijakan luar negeri dan komitmen konstitusional yang melatarbelakangi itu.
“Kita itu menolak Israel dan membela Palestina. Pasti Presiden Jokowi, Menlu, DPR, dan seluruh pihak elit Indonesia setuju dengan sikap itu,” pungkas Syauqi.
(jqf)