LANGIT7.ID-, - Lebih dari 400
musisi dunia, terdiri dari penyanyi, pencipta lagu hingga label musik, bersatu dalam gerakan
boikot Israel 'No Music for Genocide'.
Para musisi internasional ini sepakat menghapus karya musik mereka dari platform
streaming digital Israel, sebagai bentuk protes atas
genosida yang masih berlangsung di Gaza, Palestina.
Baca juga: Joaquin Phoenix, Andrew Garfield dan Ribuan Sineas Dunia Boikot Industri Film IsraelMenurut surat kabar tertua di Israel, Haaretz, inisiatif "No Music for Genocide" ini mendesak para seniman untuk menarik karya mereka dari platform Israel sebagai bentuk protes.
Baru-baru ini, pionir trip-hop Inggris,
Massive Attack bersama penyanyi dan penulis lagu, Carole King ikut bergabung dalam gerakan tersebut.
Pada Kamis lalu,
Massive Attack, mengumumkan untuk
memblokir musik mereka di Israel dan juga meminta agar lagu-lagunya dihapus dari Spotify.
Selain menarik karya musik dari platform streaming Israel, mereka juga mendesak label rekaman besar untuk ikut bergabung dalam aksi
boikot itu.
Para penandatangan gerakan tersebut terdiri dari nama-nama popular di industri musik dunia, seperti band Inggris
Massive Attack, grup Skotlandia Primal Scream, dan artis indie Amerika Japanese Breakfast, musisi AS Carole King, bintang pop Jepang Rina Sawayama, dan artis Denmark MO.
Dalam pernyataan yang dirilis oleh penyelenggara kampanye, boikot ini bertujuan untuk menekan label rekaman besar, seperti Sony, Universal, dan Warner, untuk mengambil langkah serupa yang pernah dilakukan saat invasi Rusia ke Ukrania.
Baca juga: Supermarket Terbesar di Italia Boikot Produk Israel Demi Gaza“Budaya tidak dapat menghentikan bom sendirian,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
“Namun, budaya dapat membantu menolak represi politik, mengarahkan opini publik ke arah keadilan, dan menolak pencucian seni serta normalisasi perusahaan atau negara mana pun yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.” demikian pernyataan resmi
gerakan boikot tersebut seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (22/9/2025).
Boikot ini merupakan bagian dari gelombang protes dan aksi budaya, olahraga, dan seni yang lebih luas di seluruh dunia yang menentang serangan Israel yang berkelanjutan di Gaza.
Inisiatif ini hanyalah satu contoh dari reaksi global yang semakin meningkat terhadap Israel di dunia hiburan dan olahraga atas
genosida di Gaza. (Anadolu Agency/The Times of Israel/es).
Baca juga: Norwegia Ogah Boikot Israel, Dana Rp29 Triliun Tetap Masuk ke Perusahaan di Gaza dan Tepi Barat(est)