Berlayar ke Gaza, Wanda Hamidah Bawa Pesan: Setop Normalisasi Genosida di Palestina
esti setiyowatiJum'at, 19 September 2025 - 16:24 WIB
Berlayar ke Gaza, Wanda Hamidah Bawa Pesan: Setop Normalisasi Genosida di Palestina. Foto: Instagram/wandahamidahbsa
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Aktivis dan figur publik Wanda Hamidah saat ini tengah dalam perjalanan menuju Gaza. Wanda Hamidah berlayar bersama sejumlah relawan dari berbagai negara dalam sebuah misi kemanusiaan, Global Sumud Flotilla.
Banyak orang yang mempertanyakan alasan Wanda Hamidah hingga nekat berangkat ke Gaza.
Lewat akun Instagram miliknya, eks presenter televisi ini mengungkapkan alasan di balik keputusannya pergi ke Gaza.
"Kenapa saya ingin pergi ke Gaza? Jawabannya sederhana. Saya tak sanggup hanya melihat orang-orang Palestina dibunuh secara brutal setiap hari oleh para zionis, dari bayi hingga lansia, bahkan yang masih dalam kandungan," tulis Wanda pada Kamis, 18 September 2025.
Sebagai seorang ibu, keberangkatannya ke Gaza sebagai wujud empati mendalam, terlebih ia memiliki empat orang anak. Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2009-2014 ini tak bisa membayangkan bila posisinya sama seperti warga Gaza, kehilangan keluarga.
"Aku seorang ibu dari empat anak, seorang putri, seorang saudara perempuan, seorang teman baik.. Aku tak bisa membayangkan diriku tanpa mereka,"
"Begitu pula rakyat Gaza. Mereka berhak hidup sebagai manusia seperti kita," kata Wanda.
Wanda juga menyoroti sikap beberapa pihak yang mengabaikan genosida di Gaza. Menurut Wanda, sikap diam saat kekejaman terjadi sama saja dengan menormalisasi kejahatan kemanusian.
"Jika kita tak melakukan apa pun tentang genosida yang terjadi setiap hari di depan mata kita, aku merasa kita menormalkan pembunuhan brutal, pembunuhan massal, kejahatan kemanusiaan yang tak terbayangkan oleh para zionis," tambahnya.
Ia bahkan mengibaratkan dirinya seperti sampah bila hanya diam menyaksikan kebrutalan Israel pada rakyat Palestina.
"Ketika kita mulai menormalkan para zionis, perilaku monster-monster itu. Saya merasa seperti sampah. Saya merasa tak berguna. Saya merasa tak berarti lagi dalam hidup," ungkap artis kelahiran 21 September 1977 ini.
Wanda merasa hidupnya tak bisa lagi dianggap normal bila masih membiarkan genosida terjadi di Gaza. Dengan tegas, Wanda mengatakan bahwa tragedi kemanusiaan di Gaza tidak bisa dilihat sebagai hal yang biasa.
"Hidupku tak bisa normal lagi. Kalian tidak bisa begitu saja menjadikan genosida sebagai "bisnis seperti biasa" seperti kalian menonton genosida, Anda makan, menonton, Anda tidur, menonton, Anda arisan, menonton, Anda bermain padel. Kalian tidak bisa begitu saja," ungkapnya.
Dalam unggahannya, Wanda Hamidah berdoa agar pelayarannya bersama ratusan aktivis dunia mendapat perlindungan dari Allah SWT.
"Jadi, di sinilah saya, bahagia dan sehat, berlayar ke Gaza. Semoga Allah tundukan lautan, angin, matahari, bintang, bulan dalam pelayaran ini dan mudahkan perjalanan kami," ucap eks istri Chico Hakim ini.
"Semoga Allah lindungi kami seperti Allah melindungi Nabi Musa AS dari pasukan Fir'aun. Semoga Allah memberikan keteguhan dan ketenangan dalam hati kami," tambahnya.
Ia pun berpasrah pada ketentuan Illahi dalam perjalanannya itu. Semua diserahkannya pada Sang Maha Kuasa, Allah Ta'ala.
"Sesungguhnya tiada kekuatan, daya dan upaya kami melainkan dari Mu ya Allah, hanya dari Mu ya Allah." tutup Wanda.
Wanda Hamidah bertolak ke Gaza pada 16 September 2025 lalu. Bersama beberapa relawan dari berbagai negara, Wanda menaiki kapal terakhir "Kaiser" dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.