LANGIT7.ID, Jakarta - Keluarga Besar
Maarif Institute turut berduka atas meninggalnya
Prof Azyumardi Azra. Sosok tersebut merupakan sejarawan paling berpengaruh di dunia pendidikan.
Direktur Eksekutif Maarif Institute, Abd Rohim Ghazali menyatakan, Prof Edi sapaan akrab Azyumardi, bukan sekadar seorang pemikir muslim progresif, melainkan juga seorang pejuang Islam wasathiyah atau Islam moderat.
"Sebagai lembaga dengan concern utama pada Islam moderat, Maarif Institute berduka, Indonesia berduka. Almarhum adalah salah satu tokoh berpengaruh di Indonesia, intelektual Tanah Air berkaliber dunia," kata dia dilansir laman
Muhammadiyah, Senin (19/9/2022).
Baca Juga: Airlangga Kenang Prof Azra Sosok Cendekiawan BerintegritasPemikirannya, lanjut dia, cenderung bersifat progresif, normatif, dan rasional. Prof Edi juga dikenal sebagai ilmuwan organik yang tulisannya sangat artikulatif, reflektif, dan responsif terhadap dinamika perkembangan zaman.
"Selamat jalan Prof Edi, semoga husnul khotimah. Kontribusi keilmuan dan ragam pemikiran yang mencerahkan akan menjadi amal jariyah, khususnya bagi masyarakat akademik, dan bangsa Indonesia," ujar dia.
Sebelumnya jenazah Azyumardi Azra tiba di Tanah Air pada Senin (19/9/2022) pukul 22.40 WIB. Jenazah diberangkatkan dari Malaysia pukul 20.45 waktu setempat melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia.
Dari keterangan yang dihimpun
Langit7, jenazah Azyumardi Azra tiba di rumah duka di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Senin malam pukul 23.55 WIB.
Prof Azyumardi Azra meninggal di Selangor Malaysia pada Ahad (18/9/2022) siang akibat serangan jantung. Wafatnya Guru besar UIN sekaligus Ketua Dewan Pers ini meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak.
(bal)