LANGIT7.ID, Jakarta - Cara terbaik mengajarkan anak-anak
beribadah adalah lewat contoh. Lingkungan sehari-hari ternyata berperan penting bagi mereka dalam menyerap hal-hal baru.
Ketua Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PAUD)
Universitas Muhammadiyah Bandung, Esty Faatinisa, menjelaskan ibadah yang dilakukan anak bukan berdasar kesadaran, tetapi meniru lingkungan di sekitarnya.
"Daya kreatif dan pemikiran kritis anak pada usia dini memang sedang dalam masa puncaknya. Pada tahap perkembangannya ini pula, anak akan mengkritisi apa yang ada disekitarnya," kata dia dilansir laman
Muhammadiyah, Selasa (20/9/2022).
Dia menjelaskan, ada dua teori pendidikan, yaitu aliran behaviorisme dan konstruktivisme. Dalam kedua aliran ini perlu ada kolaborasi, terutama untuk mendidik anak beribadah.
Baca Juga: Bolehkan Beribadah Hanya karena Berharap Surga dan Takut Neraka?Adapun dalam aliran behaviorisme, anak umpama kertas putih yang bisa berubah karena peran lingkungan. Sedangkan dalam aliran konstruktivisme, anak memiliki potensi dengan mengedepankan peningkatkan perkembangan logika dan konseptual pembelajar.
"Intinya, orang tua jangan memaksa, karena kita tidak tahu keadaan psikis seseorang, bahkan anak kita sendiri. Sebab, anak itu bukan miniatur dan mereka punya perasaan serta keinginannya sendiri," ujarnya.
Menurutnya, penanaman nilai keIslaman sejak dini dapat menjadi fondasi dalam diri seorang anak. Terutama dalam isu negatif yang belakangan berkembang, seperti LGBT maupun kekerasan pada anak.
"Paling utama, minta pertolongan kepada Allah untuk penjagaan anak-anak kita, karena ada banyak sekali hal yang tidak kita duga," ujarnya.
(bal)