LANGIT7.ID, Jakarta - Berwudhu di dalam toilet bukan sesuatu yang dianjurkan. Para ulama memakruhkan mengucapkan kalimat-kalimat zikir di dalam toilet untuk mengagungkan nama Allah Ta’ala.
Menurut Ustadz Adi Hidayat (UAH), tempat wudhu dan toilet lebih baik dipisah. Itu karena dalam wudhu ada berbagai macam kalimat
thayyibah yang mengiringi proses wudhu sebelum dan sesudahnya.
“Sedangkan kalimat-kalimat
thayyibah yang berupa permohonan doa dalam kebaikan, menyebutkan asma-asma yang mulia, itu tidak baik jika diutarakan saat berada di dalam toilet,” kata UAH di kanal youtube-nya, Rabu (21/9/2022).
Baca Juga: Berapa Ukuran Air untuk Berwudhu? Jangan sampai Mubadzir
Alasan paling logis adalah toilet merupakan tempat seseorang membuang hadats besar dan kecil, yang bisa melahirkan najis. Maka itu, sangat tidak dianjurkan berwudhu di dalam toilet. Ini sebagai bentuk adab kepada Allah Ta’ala.
“Sedangkan wudhu itu tidak seketika juga menyatu dengan menghilangkan najis, bisa jadi hanya hadasnya saja yang belum tentu ada najisnya. Sedangkan, kalimat-kalimat thayyibah tidak disukai jika diucapkan dalam keadaan kita berada dalam toilet, karena saat masuk toilet kita akan berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan,” ucap UAH.
Atas dasar itu, UAH menyarankan tempat wudhu dan toilet dipisah. Namun, ada beberapa kondisi seseorang diperbolehkan untuk mengambil wudhu di toilet. Kondisi itu masuk dalam kategori darurat, sehingga bisa ditolerir.
Baca Juga: 3 Inspirasi Tempat Berwudhu di Rumah Minimalis
“Jika keadaan tidak memungkinkan, seperti ketika bepergian di mall atau di manapun yang tidak ada tempat khusus untuk mengambil, maka kondisi yang seperti itu bisa memungkinkan untuk anda mengambil air wudhu di toilet,” kata UAH.
(jqf)