LANGIT7.ID, Jakarta - Pelantikan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2022. Ekonom berharap sosok yang menduduki kursi gubernur dapat diterima semua kalangan, sebab Ibu Kota merupakan episentrum perekonomian.
“Hampir seluruh aktivitas perekonomian nasional dikendalikan dari Jakarta. Hal ini menjadikan DKI Jakarta ibarat organ jantung dalam sistem anatomi tubuh manusia,” kata Dosen FEB Universitas Mercu Buana dan Ekonom Indef, Agus Herta Sumarto dalam keterangannya, Jumat (23/9/2022).
Agus mengatakan, Provinsi DKI Jakarta memiliki peran dan fungsi strategis dalam dinamika ekonomi politik nasional. Hal ini membuat suksesi kepemimpinan Provinsi DKI Jakarta menjadi sangat krusial.
Baca Juga: 3 Daerah Favorit Pencarian Properti di Luar Ibukota Jakarta“Penjabat Gubernur nanti harus mampu menjalankan, memertahankan, bahkan meningkatkan peran dan fungsi Provinsi DKI Jakarta dalam ekonomi politik nasional,” imbuhnya.
Menurut dia, kinerja aktivitas perekonomian di Provinsi DKI Jakarta akan sangat memengaruhi kinerja dan aktivitas perekonomian di daerah-daerah. Kondusivitas di DKI Jakarta harus benar-benar dijaga.
“Oleh karena itu, figur Pj Gubernur DKI Jakarta mendatang diharapkan mampu menciptakan kondusivitas tersebut dengan mengelola dinamika yang terjadi di DKI Jakarta dengan baik,” tutur Agus.
Pada 13 September 2022, DPRD DKI Jakarta menyepakati tiga nama untuk diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri sebagai calon Pj Gubernur DKI Jakarta. Ketiganya adalah Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono yang juga pernah menjadi Wali Kota Jakarta Utara, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali dan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Bahtiar Baharuddin.
Baca Juga: Hamdan Zoelva: Ustaz Jeje Ulama-Negarawan dari Persis(zhd)