LANGIT7.ID, Jakarta - Karinding Oetara merupakan
grup musik tradisional yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka berhasil menarik perhatian di panggung seni
Muktamar Persis.
Nama Karinding diambil dari alat musik tradisional Jawa Barat yang bernama Karinding. Alat musik itu terbuat dari bambu atau pelepah aren yang dibentuk sedemikian rupa menjadi satu kesatuan alat musik pukul dan tiup.
"Karinding, cara memainkan, ada tipe dipukul, dan tiup," kata Raya Rana pemain Karinding dalam grup Karinding Oetara saat berbincang dengan
Langit7.id, Ahad (25/9/2022).
Raya mengatakan, Karinding dulu dipakai para petani Sunda untuk mengusir hama seperti tikus dan burung di Sawah. Beberapa literatur mengatakan, keberadaan alat musik ini sudah ada sejak awal masa sejarah Sunda.
Baca Juga: Museum Mini di Muktamar Persis, Ada Kuliner sampai SouvenirKarinding sudah lama eksis di beberapa daerah di Parahyangan sejak ditemukan pertama kali. Alat musik ini eksis di daerah Pasir Mukti yang berada di Tasikmalaya, Malangbong yang berada di daerah Garut, Cikalong, Cianjur, Sumedang, dan Pajampangan yang berada di Sukabumi juga Banten.
"Kenapa memilih alat musik tradisional, karena kami juga ingin menjunung tinggi atau membudayakan tradisional," kata Raya.
Musik untuk BerdakwahHal menarik dari grup ini adalah misi dakwah yang mereka bawa. Misal saat mereka membawakan lagu Panggeing Batin di panggung seni Persis Expo.
Lagu itu berisi tentang ajakan untuk mengingat kematian. Demikian juga menjadi pengingat saat mati, seseorang tidak membawa apa-apa.
"Kami juga ingin menampilkan bahwa Persatuan Islam itu tidak gagap terhadap budaya, Persis berbicara tentang budaya itu sudah sejak dulu. Selain membawa misi budaya, kami juga membawa misi dakwah," kata Raya.
Di sisi lain, Karinding Oetara ingin melawan stigma yang menyebut Karinding selalu berkaitan dengan hal-hal mistis. Maka itu, kata Raya, saat tampil di berbagai panggung seni, Karindong oetara selalu membawakan nuansa dakwah.
"Karindingan itu selalu diidentikkan dengan hal-hal mistis, kami itu ketika berbicara tentang Karinding, kami identik dengan dakwahnya," kata Raya.
Selain Karinding, grup ini menggunakan alat-alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Dia antaranya ada Celempung terbuat dari bambu sekira setengah meter dan dipukul layaknya gendang. Ada juga suling bambu seperti seruling pada umumnya.
Ada pula Goongtiup. Alat musik ini terbuat dari bambu berukuran sebesar lengan tangan manusia. Alat ini tidak memiliki tangga nanda, sehingga hanya mengeluarkan satu suara yaitu surang gong. Nada dimainkan melalui mulut.
"Ada juga Kecapi dan Rebab seperti biola tapi dari bambu," ujar Raya.
(bal)