LANGIT7.ID, Jakarta - Ada tips
khusyuk saat salat yang bisa diterapkan kaum muslimin. Upaya untuk mencapai fokus atau bersungguh-sungguh
beribadah tak perlu sampai menutup mata.
Seorang muslim diwajibkan untuk menunaikan
salat 5 waktu. Khusyuk dalam salat merupakan hal yang sulit, namun bukan berarti boleh diabaikan begitu saja.
Salat merupakan bentuk ketaatan atas perintah Allah SWT. Ritual tersebut sangat sakral, bahkan ketika salat lah seorang hamba berkomunikasi dengan sang Rabb.
Keutamaan ibadah khusyuk tertuang dalam
Al Quran, surat Al Mukminun ayat 1-2 yang artinya: "Allah berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khyusu’ dalam salatnya."
Baca Juga: Hukum Terburu-Buru ke Masjid Karena Takut Tertinggal Salat JamaahAda sejumlah tips khusyuk saat salat yang bisa diterapkan umat Islam. Melansir laman resmi
Muhammadiyah, berikut cara salat dengan fokus dan bersungguh-sungguh:
1. Maknai Bacaan dan Gerakan SalatLangkah ini dalam istilah Imam al-Ghazali disebut tafahum. Pemahaman terhadap makna ini akan menghantarkan seseorang untuk merasakan suasana dialogis yang sangat intens bersama Allah.
Efeknya akan menjadi sebuah pengalaman spiritual yang bersifat transformatif. Untuk meraih suasana kejiwaan seperti itu, maka selain memahami maknanya, pelaksanaannya pun jangan dilakukan secara tergesa-gesa (tuma’ninah).
2. Jauhi MaksiatLangkah ini sangat penting karena perbuatan dosa sangat berpengaruh pada suasana hati, sementara hati merupakan sumber lahirnya kekhusyukan dalam salat dan ibadah lainnya.
3. Anggap sebagai Ibadah TerakhirKetika seseorang menjalankan ibadah salat atau lainnya sebagai amalan yang terakhir maka akan lahir kerinduan yang sangat kuat untuk berjumpa dengan Allah SWT dan kerinduan inilah yang akan mengantarkannya untuk mengerjakan dengan khusyuk. Allah SWT berfirman:
"Jadikan sabar dan salat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya". (QS AlBaqarah: 45-46).
4. Hadirkan Allah dalam HatiKegiatan menghadirkan Allah SWT menurut al-Ghazali dinamakan hudhur al-qalb (menghadirkan hati). Ibadah salat misalnya, merupakan ibadah yang menuntut kehadiran Allah dalam hati agar dapat mengantarkan pada kekhusyukan salat.
Menurut sebuah riwayat, ketika Imam Ali Zainal Abidin mengambil wudhu untuk salat, seluruh tubuhnya kelihatan gemetar. Hatinya tampak berguncang keras dan wajahnya pucat pasi.
Para sahabat dekatnya bertanya, "Wahai cicit Rasulllah, apa gerangan sesuatu yang menimpamu?" ia menjawab, "Kalian tidak tahu, di depan siapa sebentar lagi kita akan berdiri?"
Kisah ini memberikan pemahaman bahwa bagi Imam Ali Zainal Abidin salat merupakan perjumpaan dirinya dengan sang Khalik. Kesadaran akan bertemu dengan Allah inilah mengantarkan suasana kejiwaan yang mendukung untuk terwujudnya kekhusyukan dalam beribadah.
(bal)