Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home masjid detail berita

Umrah Pascapandemi: Padat meski Protokol Ketat, Serba Antri via Aplikasi

Muhajirin Kamis, 29 September 2022 - 19:56 WIB
Umrah Pascapandemi: Padat meski Protokol Ketat, Serba Antri via Aplikasi
Jemaah umrah antri di Masjid Nabawi (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi sempat menutup ibadah umrah bagi jamaah Indonesia kurang lebih dua tahun akibat pandemi Covid-19. Namun kini, jemaah asal Indonesia sudah bisa melaksanakan ibadah mulia tersebut.

Kesempatan itu tak disia-siakan oleh jemaah umrah asal Gowa Sulawesi Selatan, Muhammad Ihsan Harahap. Dia melaksanakan ibadah umrah pada 20 September 2022 lalu bersama 192 jemaah lainnya.

Ihsan mengakui banyak perubahan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi setelah pandemi Covid-19. Terutama di sisi sistem. Ada sejumlah protokol ketat saat memasuki Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

“Misalnya, Masjid Nabawi itu, untuk masuk ke Raudhah, sudah harus pakai izin,” kata Ihsan kepada LANGIT7.ID, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga: KJRI Jeddah Amankan 127 Paspor Jamaah Haji dan Umrah yang Wafat

Selain itu, ada dua aplikasi yang mesti digunakan saat berada di Tanah Suci. Aplikasi pertama adalah Tawakkalna, semacam aplikasi PeduliLindungi milik pemerintah Indonesia. Ada juga Eatmarna yang baru-baru ini berganti nama menjadi Nusuk.

“Eatmarna yang memang sebaiknya dipakai untuk para non-residen atau orang asing untuk umrah. Tapi Eatmarna baru saja berubah beberapa hari yang lali jadi Nusuk. Nama aplikasinya. Tapi, saya lihat menunya tetap sama, menu untuk izin umrah, izin masuk ke raudhah untuk laki-laki dan untuk perempuan,” jelas Ihsan.

Di Masjidil Haram, perubahan juga terjadi saat hendak memasuki Mataf, lokasi untuk tawaf. Jemaah laki-laki yang diperbolehkan masuk ke Mataf hanya yang mengenakan pakaian ihram. Ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Cerita Ustaz Abdurahman saat Berangkatkan Tunanetra Umrah

“Kalau tahun tahun sebelumnya meski tidak berpakaian ihram, silakan. Terutama bagi mereka yang melaksanakan tawaf sunnah atau sekadar ingin shalat wajib di depan Kakbah. Sekarang semua harus wajib pakai pakaian ihram untuk laki-laki tanpa terkecuali, bagi yang ingin masuk ke area Mataf,” kata Ihsan.

Berdesakan di Hijr Ismail dan Hajar Aswad

Hajar Aswad sudah boleh dicium. Tapi, Ihsan menuturkan, kondisi antrian di depan Hajar Aswad sangat padat. Bahkan terkesan ‘sadis’. Saat umrah, Ihsan berniat mencium Hajar Aswad, namun tak sanggup lantaran antrian yang berdesak-desakan. Akhirnya, dia hanya shalat di Hijr Ismail.

“Untuk antri antara hajar aswad dan hijir Ismail, karena hajar aswad cukup keras, cukup “sadis” berebut untuk mencium hajar aswad. Kalau hijr Ismail cukup antri, antrinya juga memang berdesak-desakan,” kata Ihsan.

Ihsan menekankan, hal tersebut yang mesti diperhatikan oleh setiap jemaah umrah, baik bagi yang ingin mencium Hajar Aswad maupun shalat di Hijr Ismail. Namun, dia menyarankan cukup shalat di Hijr Ismail saja jika tak mampu mencium Hajar Aswad.

Baca Juga: Vaksin Meningitis Langka, Amphuri Desak Pemerintah Relaksasi Kewajiban Jamaah Umrah

“Harus tetap ingat bahwa jangan sampai kita mengambil hak-hak orang lain atau mengganggu orang lain dalam melaksanakan sunnah tersebut,” kata Ihsan.

Apalagi, kata Ihsan, shalat di Hijr Ismail juga memiliki pahala yang sangat besar. Itu sesuai hadits dari Ibunda Aisyah RA saat bertanya kepada Rasulullah SAW.

“Ketika Aisyah bertanya ingin shalat di dalam Kakbah, nabi mengatakan shalatlah di Hijr Ismail karena pahalanya sama dengan shalat di dalam Kakbah,” kata Ihsan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)