LANGIT7.ID, Jakarta -
Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencabut izin sementara penyelenggaraan seluruh kompetisi
PSSI, termasuk Liga 1.
Ketua IPW, Sugeng Teguh mengatakan,
Kapolri harus menganalisa sistem pengamanan aparat Kepolisian dalam mengendalikan kericuhan suporter.
"Kericuhan dalam tragedi tragis itu berawal dari kekecewaan suporter tim tuan rumah yang turun ke lapangan tanpa dapat dikendalikan pihak keamanan," kata Sugeng, dalam keterangan tertulis, diterima
Langit7.id, Ahad (2/9/2022).
Menurut Sugeng, aparat kepolisian yang tidak sebanding dengan jumlah penonton, lalu mereka menembakkan gas air mata sehingga, menimbulkan kepanikan.
Baca Juga: PSSI Minta Polisi Usut Insiden Puluhan Suporter Tewas di Kanjuruhan"Padahal, penggunaan gas air mata di stadion sepak bola sesuai aturan FIFA dilarang. Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa," ujar Sugeng.
Sugeng mendesak Kapolri mencopot Kapolres Malang AKBP, Ferli Hidayat yang bertanggungjawab dalam mengendalikan pengamanan pada pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
"Kemudian, memerintahkan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta untuk memidanakan panitia penyelenggara pertandingan antara Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1 Oktober 2022)," ucap Sugeng.
Menurut sugeng, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule) harusnya malu dan mengundurkan diri dengan adanya peristiwa terburuk di sepak bola nasional.
Sugeng menegaskan, jatuhnya korban tewas di dunia sepak bola nasional harus diusut tuntas pihak Kepolisian. Jangan sampai pidana menguap begitu saja.
"Lebih penting dari tewasnya 127 suporter tersebut, Presiden Jokowi harus memberikan perhatian terhadap dunia sepakbola di Indonesia yang selalu ricuh dan menelan korban jiwa," katanya.
(bal)