LANGIT7.ID, Surabaya - Terjadi simpang siur terkait data korban dalam tragedi di
Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam. Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan jumlah korban meninggal dunia adalah 125 orang. Sementara Wakil Gubernur Jatim
Emil Dardak menyampaikan ada 174 korban jiwa berdasarkan data BPBD Jatim.
Meluruskan hal tersebut,
Emil Dardak menyampaikan adanya kesulitan dalam identifikasi korban di lapangan karena banyaknya jenazah. Sehingga terjadi
multiple entry atau
input data berulang.
“Dari kunjungan lapangan kami segera menemukan potensi ada
double entry karena banyaknya juga jenazah yang belum teridentifikasi sehingga
multiple entry sulit diverifikasi di awal,” kata Emil dalam keterangan yang diterima LANGIT7, Senin (3/10/2022).
Baca Juga: Kepolisian Rilis Data Terbaru Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan
Data pasti korban jiwa yang telah terverifikasi, kata Emil adalah sebagaimana disampaikan oleh Kapolri dan juga Menko PMK Muhadjir Effendy.
“Keseluruhan sudah diidentifikasi, angka final sebagaimana disampaikan menko PMK jadi rujukan kita semua, kita berduka 125 saudara kita meninggal dunia karena peristiwa ini,” ungkap Emil.
Sementara untuk korban luka-luka, Emil menyebut proses identifikasi masih terus dilakukan. Dalam rangka identifikasi tersebut, telah didirikan Posko di halaman Balai Kota Malang untuk masyarakat mencari data keluarganya yang jadi korban dalam
tragedi Kanjuruhan.
Baca Juga: Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan Terus Bertambah, Umat Islam Bisa Lakukan Hal Ini
Selain itu, Emil menyebut telah ada nomor
hotline yang bisa dihubungi oleh masyarakat untuk mencari keluarganya yang jadi korban jiwa maupun korban luka-luka.
“Nomor yang bisa dihubungi apabila ada yang masih mencari anggota keluarganya adalah 082140403223,” kata Emil.
(jqf)