Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Sejarawan: Berkat Rahmat Allah Indonesia Merdeka dari Penjajahan

ahmad zuhdi Senin, 16 Agustus 2021 - 07:33 WIB
Sejarawan: Berkat Rahmat Allah Indonesia Merdeka dari Penjajahan
Ilustrasi kemerdekaan Republik Indonesia. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap 17 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Menurut sejarawan Ahmad Mansur Suryangera, berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa Indonesia berhasil menjadi bangsa merdeka dan diproklamirkan Presiden Soekarno.

Kala itu, kendati mendapat halangan Jenderal Nishimura dari Angkatan Darat Jepang, tetapi pada malam menjelang 17 Agustus 1945 para pejuang mendapatkan bantuan Laksamana Maeda dari Angkatan Laut Jepang. Sebenarnya, Laksamana Maeda pada masa berkuasanya tidak ikut menyebarkan janji kemerdekaan dari Perdana Menteri Koiso, karena wilayah kekuasaan Kaigun di luar Jawa dan Sumatra.

Baca Juga: Keutamaan Waktu Subuh, Rezeki Dijamin hingga Dapat Melihat Allah

Walaupun demikian, pada malam 17 Agustus 1945, justru Laksamana Maeda mengizinkan rumahnya untuk dijadikan arena perundingan tentang bunyi teks proklamasi yang akan dibacakan esok hari. Namun, para pembesar bala tentara Jepang tidak ikut serta.

Menurut Mr Achmad Soebardjo, pukul 03.00 pagi waktu sahur Ramadhan, teks proklamasi didikte Bung Hatta, dan ditulis dengan tangan Bung Karno. Kalimat pertama diambil dari preambule atau Piagam Jakarta 22 Juni 1945.

"Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia."

Semula Bung Karno merasa cukup dengan teks tersebut. Atas usul Bung Hatta ditambahkan dengan kalimat kedua: "Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya."

Setelah selesai, teks proklamasi ditawarkan kepada hadirin untuk disetujui. Ternyata semuanya menduukung dan menyetujui. Oleh karena itu ditawarkan pula agar seluruhnya yang hadir ikut serta menandatangani. Seperti kemerdekaan Amerika Serikat juga penandatanganan teks proklamasi ditawarkan kepada enam pemuda.

Baca Juga: Manfaat Shalat bagi Psikologis, Bukan Cuma Ritual Ibadah

Namun, atas usul Sajoeti Melik, agar teks proklamasi hanya ditandatangani Bung Karno dan Bung Hatta. Usul ini diterima secara aklamasi. Kemudian, teks proklamasi yang akan dibacakan, diketik terlebih dahulu oleh Sayuti Malik dan selanjutnya ditandatangani kedua proklamator.

Setelah selesai pada pukul 05.00, para peserta saksi penulisan teks proklamasi meninggalkan rumah Laksamana Maeda. Pada paginya, sekitar pukul 07.00 sudah terkumpul rakyat yang bersenjata bambu runcing dan senjata tajam lainnya, menunggu dibacakannya teks proklamasi di depan rumah Bung Karno, Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Garnisun tentara Pembela Tanah Air (Peta), tujuh puluh prajurit, dan lima perwira siap menghadapi segala kemungkinan, kalau Bala tentara Jepang mencoba menggagalkannya. Oleh karena itu, ditutuplah jalan menuju Pegangsaan Timur 56.

Hanya saja, Proklamasi 17 Agustus 1945 dilupakan sebagian ummat Islam yang terjadi pada 9 Ramadhan 1334 H, Jumat Legi. Saat itu jatuh pada 10 malam pertama Ramadhan yang sama-sama diimani sebagai malam diturunkannya rahmat oleh Allah Yang Mahakuasa.

Baca Juga: Taliban Ambil Alih Istana, Presiden Ashraf Ghani Melarikan Diri

Sayangnya, setiap 9 Ramadhan, ummat Islam tidak mengadakan syukuran kemerdekaan Indonesa. Menyambut 9 Ramadhan biasa saja tanpa dihubungkan dengan pengertian Ramadhan sebaga puncak keberhasilan perjuangan ulama dan santri membebaskan bangsa, negara, dan agama dari penjajahan Kaum Barat dan Timur.

Sumber: Buku Api Sejarah Jilid 2. Karya Ahmad Mansur Suryanegara halaman 162-164.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)