LANGIT7.ID, Jakarta - Menemukan kecintaan pada pekerjaan bukanlah perkara mudah. Namun, ketika sudah mendapatkannya, duka yang dialami pun tidak menjadi halangan untuk bisa terus menjalaninya hingga bisa berkembang dan sukses.
Begitu yang dijalani muslim asal Cijantung, Jakarta Timur, Agung Rizki. Rasa cinta pada bisnis budidaya ikan hias mas koki yang dijalaninya mendatangkan kesuksesan. Kini, ia mampu meraup omzet hingga Rp40 juta dalam sebulan.
“Omzet kita memang belum ajeg, tapi rata-rata kita bisa dapatkan Rp20 juta hingga Rp40 juta per bulan. Terkadang kalau lagi apes, tidak ada yang beli seharian. Tapi namanya usaha ya harus tetap dilanjutkan, saya selalu yakini diri saya bahwa rezekinya pasti datang besok,” ujarnya dikanal Youtube agromaritim.
Baca juga: Keuntungan Budidaya Maggot, Alternatif Pengolahan Sampah OrganikPada 2017, Agung yang baru merintis usahanya di bidang ikan hias ini mengaku hanya mengawali modalnya hanya dengan Rp50 ribu. Dengan uang itu, ia mendapatkan 20 ekor ikan mas koki yang dijualnya kembali dan menghasilkan Rp80 ribu.
Bukan keuntungan yang ia pikirkan saat itu, melainkan peluang ikan hias, khususnya mas koki yang ternyata memiliki peluang bisnis cukup menjanjikan di pasaran. Sejak itu ia mulai menekuni bidang ikan hias ini, dan mencoba peruntungannya dengan membudidayakan ikan mas koki.
“Awal memang saya pakai dapur orang tua untuk barang-barang. Dari situ mulai terus berkembang, malah saya pernah pesan 200 ekor ikan, hanya bisa terjual empat ekor, dan sisanya mati semua. Tapi biasa saja namanya orang dagang, memang sudah menjadi tantangan dalam usaha,” ujarnya.
Baginya, kegagalan dalam sebuah usaha sudah menjadi bagian yang harus dialami. Terpenting adalah bagaimana seorang wirausaha dapat mengambil pelajaran dari kegagalan untuk terus bangkit dan melanjutkan sesuatu yang sudah dimulai.
Agung mengaku, mendapatkan pelajaran budidaya ikan hias dari relasi yang dijalinnya dengan sesama pehobi dan peternak ikan hias. Selain itu, berkat internet semua ilmu sudah bisa diserap dan dipahami untuk menggeluti sebuah bisnis di berbagai bidang usaha.
Awalnya, Agung merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan media sebagai jurnalis. Menjalani profesinya itu selama tiga tahun, akhirnya ia memutuskan untuk pindah, yang saat sebelum memutuskan sebagai pembudidaya ikan mas koki, ia sempat menjalankan pekerjaannya sebagai konsultan media di sebuah perusahaan.
![Mantan Jurnalis Ini Sukses Hasilkan Puluhan Juta dari Budidaya Ikan Mas Koki]()
“Sampai suatu saat, akhirnya saya memutuskan untuk coba beralih di ikan hias, yang ternyata dari main ikan saya mendapatkan kecintaan di bidang ini. Akhirnya saya putuskan untuk sepenuhnya terjun di budidaya ikan mas koki sampai sekarang,” ujarnya.
Agung mengaku, motivasi utamanya dalam hal ini berangkat dari kecintaannya sebagai pehobi ikan hias. Dari situ, ia menjalin banyak relasi dari kalangan peternak dan komunitas ikan hias hingga mampu belajar dan mengembangkan usahanya.
“Dulu sekali, saat masih awal saya juga sempat mengalami beli ikan di kios biasa dan coba ternakin di rumah. Kebetulan ada teman yang panen raya ikan hias dan dikirim ke sini sebanyak 12 ribu ekor. Kita usahakan waktu itu harus habis dalam waktu sebulan. Alhamdulillah di pasaran dari kalangan hobi dan komunitasnya menyambut baik, jadi habis,” jelasnya.
Baca juga: Berawal dari Hobi, Pasutri Ini Bisa Bangun Rumah dari Bisnis Tanaman HiasKini ia sudah menjadi pembubidaya ikan hias mas koki yang cukup sukses, dari segala suka dan duka yang dialami, ia selalu menganggapnya sebagai bagian dari risiko seorang pengusaha di bidang ikan hias. Dari budidaya yang dilakukannya, ia selalu berusaha untuk menciptakan kualitas mas koki yang unggul, sementara untuk eceran ia mendapatkannya dari pemasok asal Tulungagung dan Bekasi.
“Memang sekali atau dua kali budidaya itu belum tentu berhasil. Kalau pun bisa berhasil, bisa kita bilang itu hoki. Tapi kalau gagal ya jangan putus asa, karena itu biasa. Nanti hoki atau keberhasilan akan kita dapatkan sendiri ke depannya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjalin relasi dengan kalangan komunitas dan pehobi,” ujarnya.
Jenis koki terbilang cukup banyak, seperti koki bubble eye, ranchu, oranda, ryukin dan demekin. Namun, Agung menyebutkan, pasaran lokal ikan mas koki yang paling diminati ialah ryukin, oranda, dan rancu.
Sehingga ia memutuskan untuk fokus melakukan budidaya kepada tiga jenis ikan mas koki tersebut. Sementara untuk pemasarannya juga terbilang cukup mudah dengan ketersediaan platform digital yang kini banyak dimanfaatkan oleh banyak orang.
“Terlalu mudah sekarang untuk memasarkan, kita punya media sosial, marketplace, dan berbagai relasi juga komunitas. Itu semua jalan yang memudahkan kita untuk memasarkan ikan hias ini,” ujarnya.
Untuk perawatan ikan mas koki, lanjut Agung, memang susah-susah gampang. Musim dingin, biasanya ikan mas koki kebih rentan terhadap penyakit, seperti sisik nanas atau insang busuk.
Sehingga diperlukan ketelatenan dalam menjaga kualitas dan pH air untuk ikan hias. Selain itu, sirkulasi air juga menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan hidup segala jenis ikan hias.
“Ketika orang bilang ikan koki gampang mati, maka perlu kita telusuri dulu apakah memang kualitas ikannya jelek, atau perawatannya pehobinya yang bermasalah. Awal memang capek untuk membuat ikan itu bisa bertahan apalagi berkembang biak. Tapi ketelatenan itu yang menjadi faktor utama,” imbuhnya.
(zul)