Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Spiritual di Tengah Pandemi

Muhajirin Senin, 16 Agustus 2021 - 15:30 WIB
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Spiritual di Tengah Pandemi
ilustrasi seorang muslimah yang bahagia (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Dosen Ilmu Tasawuf UIN Syarif Hidayatullah, Wiwi Siti Sajaroh, menilai kesehatan mental pada masa pandemi Covid-19 sangat krusial dijaga dan dipertahankan. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga dan lingkungan sosial.

Menurutnya, sehat mental secara pribadi saja tidak cukup. Namun harus beriringan dengan keluarga dan sosial. Sebab, pada saat pandemi terdapat anjuran untuk tidak keluar rumah, sehingga selalu beriringan dengan keluarga. Kesehatan mental juga sangat berdampak besar pada kebahagiaan.

Dia menyebut beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai kesehatan mental, seperti takhalli, tahalli, dan tajalli.

Takhalli adalah upaya untuk mengosongkan diri. Tahalli mengisi pribadi dengan hal-hal yang baik. Tajalli yakni kondisi di mana sifat-sifat Ketuhanan telah teraktualisasi dalam diri.

“Kesehatan adalah hal yang paling utama di masa pandemi ini, sedangkan kebahagiaan adalah salah satu hal yang dapat menentukan kesehatan,” kata Hj Wiwi, dikutip dari laman NU Online, Senin (16/8/2021).

Senada dengan Hj Wiwi, Guru Besar Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr H Mulyadhi Kartanegara, mengatakan, kebahagiaan adalah penyumbang kekuatan imun. Sementara imun adalah hal utama pada masa pandemi.

“Namun, malang sekali saat kita hanya bisa merasakan kebahagiaan fisik tanpa bisa merasakan kebahagiaan yang lain,” ucap Prof Mulyadi. Ini karena terdapat beberapa jenis kebahagiaan, di antaranya ada kebahagiaan intelektual, kebahagiaan moral, kebahagiaan fisik, dan kebahagiaan spiritual.

Kebahagiaan spiritual merupakan kebahagiaan yang diperoleh saat merasa dekat dengan sang Pencipta. Namun ia mengingatkan agar tidak membatasi kebahagiaan hanya kebahagiaan fisik semata. Sebab, kebahagiaan fisik bersifat sementara. Sementara masih banyak kebahagiaan lain, termasuk kebahagiaan intelektual.

“Mengutip Aristoteles, kebahagiaan intelektual bersifat lebih lama dibandingkan dengan kebahagiaan fisik,” ucap Prof Mulyadi.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)