LANGIT7.ID, Jakarta - Salah satu organisasi Islam terbesar,
Muhammadiyah, membangun museum untuk mengisahkan perjalanan sejarah ormas tersebut, sekarang dan visi misi masa depan.
Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Widiyastuti, mengatakan
pembangunan museum Muhammadiyah itu berada di kompleks kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
"Museum ini menjadi etalase sejarah dan dinamika pergerakan dakwah Muhammadiyah di masa lalu, masa kini, dan rencana Muhammadiyah di masa depan," kata dia dikutip dari laman resmi
Muhammadiyah, Rabu (12/10/2022).
Baca Juga: Muhammadiyah Siap Gelar Muktamar ke-48 di SoloMenurutnya, Muhammadiyah yang telah memasuki periode abad keduanya, mesti memiliki sebuah wadah untuk dokumentasi. Sehingga jejak-jejak peninggalannya tidak hilang tergerus zaman.
"Museum Muhammadiyah memiliki visi untuk menjadi ruang sejarah Muhammadiyah dalam peran keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan, serta memiliki nilai sebagai media informasi, transformasi nilai, edukasi, dan rekreasi," jelasnya.
Untuk itu, lanjut dia, pembangunan Museum Muhammadiyah bertujuan untuk mengumpulkan, merawat, dan melestarikan benda, dokumen, dan arsip sejarah, peran, dan dinamika Muhammadiyah.
"Juga untuk memberikan informasi komprehensif kepada publik terkait sejarah dan peran Muhammadiyah, menanamkan nilai-nilai keteladanan yang direpresentasikan tokoh-tokoh Muhammadiyah; melestarikan nilai-nilai unggul dan daya saing dengan melakukan pendokumentasian terhadap aset yang dimiliki Muhammadiyah; serta membentuk karakter anak bangsa melalui informasi yang terdapat dalam museum," ujarnya.
Adapun di Museum Muhammadiyah ini juga menyajikan ragam aktivitas. Di antaranya seperti pameran permanen, pameran semi permanen, pameran temporer, penelitian, diskusi, edukasi, dan entertainment.
"Dengan adanya aktivitas ini, diharapkan menjadi sebuah pendorong yang membawa kemaslahatan bagi bangsa dan agama. Semoga Museum Muhammadiyah ini bisa menjadi medium edukasi, rekreatif, inovatif, imajinatif, dan transformatif,” tambah Widya.
(bal)