LANGIT7.ID, Jakarta -
Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran beasiswa non-gelar bagi guru agama dan pengawas pendidikan agama. Program Non-Gelar ini mengusung tema ‘Peningkatan Kompetensi Digital bagi Guru dan Tenaga Kependidikan’.
Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie mengatakan program
beasiswa non-gelar bertujuan memberikan penguatan penguasaan teknologi bagi para penerima untuk merancang serta mengembangkan pembelajaran modern. "Untuk angkatan pertama, kami siapkan 1.000 kuota beasiswa non-gelar untuk tahun 2022. Ini menjadi bagian dari program Beasiswa Indonesia Bangkit," kata Anna dalam keterangannya, Rabu (12/10/2022).
Baca Juga: 17 Ribu Mahasiswa Daftar Beasiswa BSI Maslahat Scholarship 2022Anna mengungkapkan ada dua indikator capaian pembelajaran yang diharapkan dari program ini. Pertama, peserta program memiliki pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan memanfaatkan kerangka kerja TPACK (Technology, Pedagogy, and Content Knowledge) untuk merancang serta mengembangkan model pembelajaran modern abad 21.
"Kedua, peserta program diharapkan memiliki kompetensi keterampilan literasi dan sertifikasi penguasaan teknologi pendidikan untuk merancang serta menerapkan pembelajaran modern," ujarnya.
Pendaftaran beasiswa dibuka secara
online sejak 10 sampai 21 Oktober 2022 melalui
https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id/login. Seleksi Administrasi dan Asesmen dilakukan pada 22 hingga 24 Oktober 2022. Adapun hasilnya diumumkan pada 25 Oktober 2022.
Program perkuliahan ini akan berlangsung selama 12 minggu atau tiga bulan, mulai dari 7 November 2022 hingga 28 Januari 2023. Biaya SPP serta Sertifikasi L1 dan L2 ditanggung oleh Program Beasiswa Indonesia Bangkit Kementerian Agama.
Baca Juga: Beasiswa Unggulan 2022 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal DaftarnyaBerikut kriteria untuk mendapatkan beasiswa non-gelar Kemenag:Persyaratan UmumPeserta Program yang dapat menerima Beasiswa Indonesia Bangkit Program Non-Gelar wajib memenuhi persyaratan umum sebagai berikut:
a. Warga Negara Indonesia (WNI);
b. Berstatus sebagai Guru Pendidikan Agama, Pengawas Pendidikan Agama, Pengembang Teknologi Pembelajaran, dan Pegawai Kementerian Agama;
c. Mendapat Izin dari pimpinan tempat tugas;
d. Tidak sedang mendaftar, akan menerima, atau menerima beasiswa dari APBN, APBN, dan sumber lain yang berpotensi double funding selama menjadi penerima Beasiswa Indonesia Bangkit baik Program Gelar atau Program Non-Gelar lainnya;
e. Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Pendaftar Beasiswa sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam Lampiran.
Program beasiswa Non-Gelar Kemenag bekerja sama dengan Pradita University. Mekanismenya melalui belajar mandiri dan daring.
Adapun kurikulumnya terdiri atas:1. Pelatihan Digital dan Growth Mindset dan Digital Education Soft Skill (4 minggu)
2. Moderasi Beragama (1 minggu)
3. Pelatihan Dasar Google Workspace for Education dan Kerangka TPACK (2 minggu)
4. Pelatihan Lanjutan Google Workspace for Education (1 minggu)
5. Lokakarya Merancang Materi Ajar Digital (1 minggu)
6. Pengayaan Materi Ajar menggunakan Inovasi Kreatif Digital (1 minggu)
7. Persiapan dan Latihan Sertifikasi Google Educator L1 (1 minggu)
8. Persiapan dan Latihan Sertifikasi Google Educator L2 (1 minggu)
Baca Juga:
Baznas Siapkan Beasiswa Pendidikan Anak Korban Tragedi Kanjuruhan
Kemenag Buka Program Beasiswa untuk Lingkungan Internal(asf)