Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

Milenial Ini Sukses Kembangkan Pertanian Stroberi di Magelang

mahmuda attar hussein Senin, 16 Agustus 2021 - 21:30 WIB
Milenial Ini Sukses Kembangkan Pertanian Stroberi di Magelang
Ilustrasi pertanian stroberi modren di Magelang. Foto: Langit7/Istock
Milenial asal Magelang ini sukses mengembangkan pertanian modern di desanya, Magelang. Berkat dari kerja kerasnya, ia mampu menyerap tenaga kerja sekitar rumahnya. Banyak tetangganya yang terbantu dengan pengembangan pertanian modern yang ia lakukan.

Ialah Ikhsanudin, muslim milenial yang memiliki pemikiran ke depan dalam bidang pertanian. Ia memutuskan untuk terjun ke dalam sektor pertanian di desa karena melihat adanya peluang ke depan yang cukup baik dari pertanian.

“Setelah lulus kuliah sempat saya terjun di dunia pendidikan dengan bekerja di sebuah lembaga bimbingan belajar selama empat tahun. Namun, sektor pertanian cukup menarik minat saya, sehingga saya terpikir untuk mengembangkan sektor pertanian di pedesaan,” ujarnya dikanal Youtube CapCapung.

Baca juga: Inovasi Tempe Unik, dari Berbentuk Pesawat hingga Kura-kura

Pertanian stroberi organik yang digelutinya ini tidak main-main. Ikhsan mengaku mengawali semua dengan melakukan riset matang dan menggandeng perguruan tinggi seperti, Universitas Diponegoro dan Universitas Gadjah Mada.

Keseriusannya dalam mengembangkan pertanian modern di desanya ini membuahkan hasil cukup menggembirakan. Pasalnya, kini ia telah memiliki tiga reseller di tiga kota besar yang membantu memasarkan hasil produk pertaniannya, yakni Yogyakarta, Semarang, dan Solo.

“Reseller saya ada yang ambil sendiri ke kebun dan ada yang kita kirimkan menggunakan kurir. Dengan adanya kurir otomatis saya sudah bisa mengurangi satu pengangguran di desa saya, belum lagi pekerja di kebun, marketing di perkotaan, bagi saya itu menariknya pertanian ketika dikembangkan,” tuturnya.

Stroberi di perkebunannya ini berjenis california, yang memiliki ukuran cukup besar dan rasa yang lebih manis dibandingkan stroberi pada umumnya. Sementara untuk masa tanam hingga panen memakan waktu selama 50-60 hari.

Ikhsan mengaku dalam perawatan stroberinya, adalah pemberian nutrisi yang tepat. Selain itu, dengan konsep full organic, nutrisinya pun berasal dari urin kambing, bonggol dan batang pisang yang difermentasi menggunakan tetes tebu selama dua minggu.

“Biasanya pemberian nutrisi tergantung dengan kondisi tanamannya. Jika memang ada yang kurang subur, kami biasa memberikan nutrisi seminggu sekali, tapi kalau sudah terlihat bagus bisa sampai dua minggu sekali. Dalam konsep organik itu tidak ada patokan yang pasti. Jadi kita diberikan kesempatan untuk eksplorasi,” jelasnya.

Selain itu, pertanian stroberi organik milik Ikhsan ini juga menggunakan green house memiliki banyak fungsi dalam pertumbuhan tanamannya. Green house berfungsi untuk menghindari tanaman stroberi terkena air hujan, karena kandungan asam yang tinggi pada air hujjan dapat merusak tanaman.

Fungsi lainnya ialah meminimalisir hama. Serta mengurangi kekuatan angin yang masuk, dengan adanya green house ini, angin yang datang bisa terpecah, sehingga bisa mencegah UV terangkat, yang dalam pertanian UV menjadi sangat penting untuk pertumbuhan tanaman.

Konsep organik yang diterapkannya ini juga tidak terlepas dari adanya hama pertanian. Namun, Ikhsan mengaku dengan konsep ini hama yang ada tidak terlalu masif.

“Jadi ketika panen itu tidak mungkin 100 persen terjual, karena ada yang rusak. Nanti yang seperti ini kita pisah, tapi di luar itu semua produk hasil panen yang bagus dan sempurna itu memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Di musim kemarau menjadi musim panen raya untuk stroberi, dan harga kami di angka Rp70 ribu per kilogram. Sementara di musim penghujan bisa mencapai Rp80 ribu per kilogram,” ujarnya.

Baca juga: Mantan Jurnalis Ini Sukses Hasilkan Puluhan Juta dari Budidaya Ikan Mas Koki

Walaupun pada awal melakukan usahanya ini ditentang oleh banyak pihak, termasuk orang tuanya. Namun, Ikhsan kini mampu menunjukkan bahwa yang dilakukannya memiliki manfaat yang bisa dirasakan oleh banyak orang.

Ikhsan menuturkan, tren ke depan seharusnya anak muda menjadi wirausahawan yang mampu menyerap tenaga kerja. Bukan menjadi beban negara yang menambah banyaknya jumlah pengangguran.

“Pertanian yang saya kembangkan harusnya menjadi model pertanian yang ada di Indonesia saat ini, karena berbasis industri. Dalam artian, selain menyerap tenaga kerja, tapi juga tetap bisa ramah lingkungan. Saya berharap anak muda yang memiliki gelar pendidikan baik, di perguruan tinggi terbaik pula, berani pulang ke daerah masing-masing mengembangkan potensi yang ada. Saya yakin setiap daerah itu punya potensi yang bisa dikembangkan,” imbuhnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan