LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf),
Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Desa Wisata Tondok Bakaru di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat memiliki keindahan alam luar biasa sehingga bisa masuk 50 besar di ajang
Anugerah Desa Wisata Inonesia (ADWI) 2022.Menurut Sandiaga, Desa Wisata Tondok Bakaru mengandalkan potensi budaya, dan kekayaan alam yang ada di kawasannya, sehingga wisatawan yang berkunjung akan dimanjakan dengan keindahan alam yang terdapat di desa ini.
"(Desa Tondok Bakaru) ini keindahan alamnya luar biasa. Alamnya sejuk dan mata kita dimanjakan dengan hijaunya hamparan sawah," kata Sandiaga dalam keterangannya dikutip Ahad (16/10/2022).
Baca juga: Pantai Nirwana, Destinasi Wisata Bahari di Kota Padang Desa Wisata Tondok Bakaru berada di bawah kaki Gunung Mambulilling, sebagai salah satu gunung tertinggi di Sulawesi Barat yakni sekitar 2.741 mdpl. Di sana wisatawan akan disuguhi pemandangan berupa hamparan sawah dan budidaya bunga anggrek.
Desa wisata ini berjarak sekitar 1 kilometer dari ibu kota Kabupaten Mamasa. Jika dilihat dari geografis, desa wisata ini merupakan desa terakhir sebelum memasuki Taman Nasional Gandang Dewata.
Desa Wisata Tondok Bakaru memiliki seni tradisi dan budaya yang kaya dengan kehadiran rumah adat Mamasa, kemudian seni musik bambu dan tarian tradisiona seperi tari Bulu Londong dan tari Malluya.
Sandiaga menuturkan pihaknya akan membantu mempromosikan potensi wisata yang ada di Desa Wisata Tondok Bakaru, dan diharapkan nantinya menjadi bagian dari 1,1 juta lapangan kerja baru di 2022.
Baca juga: Menikmati Keindahan HI Melalui Anjungan Halte Transjakarta Sementara itu, Bupati Mamasa Ramlan Badawi berharap kehadiran Sandiaga di daerahnya dapat menginspirasi, dan memacu semangat pelaku parekraf di Mamasa untuk bangkit.
"Mudah-mudahan ke depannya kami bisa mengembangkan (potensi wisata di Mamasa) sesuai arahan Bapak Menteri, baru ada tiga menteri yang berkunjung ke Mamasa. Zaman Soeharto ada Pak Harmoko, kemudian di Masa SBY (Soesilo Bambang Yudhoyono) ada Pak Freddy Numberi, sekarang masa Presiden Joko Widodo ada Pak Sandiaga Salahuddin Uno," katanya.
(sof)