LANGIT7.ID, Jakarta - Menuntut Ilmu merupakan kewajiban bagi seluruh umat manusia. Karena tanpa adanya ilmu, kita tidak akan tahu kemana arah hidup, tidak mengetahui antara perbuatan salah dan benar. Maka dari itu, menuntut ilmu adalah sebuah keharusan. Allah berfirman dalam surat Thaha ayat 114:
فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا
Artinya: Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan".
Berdasarkan pada penggalan ayat terakhir yang berbunyi:
وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا
Pendakwah Ustaz Dr Firanda Andirja mengatakan, penggalan ayat itu menunjukkan betapa mulianya ilmu yang bisa didapatkan manusia.
Baca Juga: Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 67: Keharusan Mengajarkan IlmuPada ayat tersebut juga seakan-akan Allah SWT, kata Ustaz Firanda, menegur Nabi Muhammad SAW secara lembut agar tidak tergesa-gesa dalam membaca Al-Qur'an karena bersemangat.
"Allah tahu Nabi, ketika malaikat Jibril mendiktekan wahyu, Nabi mengikuti dengan lisannya, karena semangat Nabi menuntut ilmu," kata Ustaz Firanda dalam kajiannya di kanal Firanda Andirja, dikutip Rabu (19/10/2022).
Ustaz Firanda menjelaskan, atas dasar semangat Rasulullah SAW dalam belajar membaca Al-Qur'an, kemudian baginda Nabi SAW pun mengalami kesalahan dalam membaca Al-Qur'an dikarenakan tergesa-gesa.
"Maka Allah tegur jangan begitu, tapi bedoalah agar Allah menambahkan ilmu," ujarnya.
(zhd)