LANGIT7.ID - , Jakarta - Pengasuh
Pondok Pesantren Tebuireng Jombang,
KH Abdul Hakim Mahfudz meminta para santri mencontoh semangat perjuangan para masyaikh, yang tak kendur melawan pasukan bersenjata modern.
Dia pun berpesan pada para santri untuk berjuang dengan meningkatkan pemahaman keilmuan. Hal tersebut disampaikan KH Abdul Hakim Mahfudz di upacara peringatan
Hari Santri Nasional (HSN), Sabtu (22/10/2022).
Baca juga: Suka Cita Santri dalam Peringatan Hari Santri Nasional di Kemenag"Saat itu
perjuangan, memang yang dibutuhkan dengan sebuah peperangan tetapi saat ini kalian memiliki tanggung jawab perjuangan yang sesuai dengan keberadaan kalian yaitu dengan meningkatkan pemahaman keilmuan. Belajar yang rajin dan penuh semangat serta atasi rasa malas. Karena kemalasan akan menjadikan akal kalian tertindas oleh kekhilafan nafsu," kata sosok yang dikenal dengan panggilan Gus Kikin, dalam pidatonya yang disiarkan secara langsung di YouTube TVNU.
Dia melanjutkan, para santri harus menjadikan akal yang dimiliki sebagai kendali untuk memilah antara hak dan yang batil. Agar mereka mampu mengumpulkan kebaikan untuk mengisi rongga-rongga hati, sebagai modal untuk membangun agama.
Lebih lanjut, Gus Kikin mengatakan ilmu sangatlah penting bagi sebuah bangsa, sebab dengan itu peradaban dapat dibangun.
Kemudian, ia berharap para santri dapat menangkap apa yang ditinggalkan oleh Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy'ari.
Baca juga: Menag: Santri Penjaga Martabat Bangsa dan Kemanusiaan"Semoga kita semua khususnya para santri Tebuireng mampu menangkap apa yang ditinggalkan oleh Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy'ari. Membangun dan meningkatkan kualitas adab yang merupakan kreasi manusia. Agar bisa disandingkan dengan syariat, yang merupakan petunjuk dari Allah SWT untuk mencapai keluhuran budi dalam hal melaksanakan hablum minallah dan hablum minannas peradaban manusia," pungkasnya.
(est)